Ada Yang Tidak Percaya Dimas Kanjeng Ditangkap, Diyakini Punya Ilmu Membelah Diri

"Mereka juga tidak percaya bahwa Kanjeng Dimas Taat Pribadi membunuh. Ujar mereka, lalat di tangan saja tidak ditabok, apalagi manusia,"

Ada Yang Tidak Percaya Dimas Kanjeng Ditangkap, Diyakini Punya Ilmu Membelah Diri
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan mantan jamaahnya. 

TRIBUN-BALI.COM, BREBES - Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Brebes belum mendapatkan uang yang dijanjikan.

Meski begitu mereka masih percaya yang ditangkap polisi bukan Dimas Kanjeng, pimpinan padepokan.

Anggota Intel Kodim 0713/Brebes, Sertu Sakur, sempat mendatangi pengikut Dimas Kanjeng di Brebes.

Ia mengatakan kondisi keluarga tersebut masih depresi dan enggan ditemui siapa pun.

"Hingga kini, mereka masih percaya yang ditangkap itu bukan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, melainkan orang lain," ucap Sakur.

Menurut dia, Makdum mengenal Dimas Kanjeng pada 2011. Dia diajak Danuri, warga Desa Pulogading, dan Muhadi asal Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

 "Bapak Danuri dan Muhadi sudah lama tidak ke padepokan lagi, terakhir pada 2013. Setelah itu, Makdum mengajak Fatimah dan Tosim ikut ke padepokan," papar Sertu Sakur.

Ia menambahkan, ketika polisi menggerebek Dimas Kanjeng di padepokannya, mereka ada di sana.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Rancawulu, Edi Supriyadi. Ia mengatakan keluarga tersebut masih percaya Dimas Kanjeng punya kesaktian membelah diri menjadi lebih dari satu orang.

"Mereka juga tidak percaya bahwa Kanjeng Dimas Taat Pribadi membunuh. Ujar mereka, lalat di tangan saja tidak ditabok, apalagi manusia," ucap Edi menirukan kesaksian warganya.

Menurutnya, keadaan pengikut Kanjeng Dimas tersebut, seperti halnya orang dicuci otak.

Apapun kesalahan yang dilakukan Dimas Kanjeng mereka tidak percaya.

Padahal, keluarga tersebut sudah menjadi korban penipuan dengan cara tidak masuk akal.

Pihaknya dibantu TNI dan Polri juga sudah memberikan pengarahan dan nasihat bahwa yang mereka lakukan selama ini salah dan segera bertobat.

"Bersyukur warga saya sudah pulang ke rumah. Kami juga terus memberikan mereka pengarahan agar tidak kembali lagi ke padepokan," ujar dia.(*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved