BREAKING NEWS: Ribuan Massa Berpakaian Adat Duduki Gedung DPRD Bali!

Krama Adat meminta supaya sikap DPRD bukan hanya sebagai pengantar pos

BREAKING NEWS: Ribuan Massa Berpakaian Adat Duduki Gedung DPRD Bali!
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Ribuan massa tolak reklamasi Teluk Benoa duduki Gedung DPRD Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ribuan massa penolak Reklamasi Teluk Benoa meluruk Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis (13/10/2016).

Massa menagih sikap 'wakil rakyat' usai gerakan di bawah koordinasi Pasubayan Desa Adat/Pakraman Penolak Reklamasi itu melakukan ‎dilaog dengan Ketua dan Wakil DPRD Provinsi Bali.

Massa geram karena lagi-lagi, anggota dewan yang sedianya sebagai wakil rakyat tak lagi hadir menemui massa.

reklamasi
Ribuan massa tolak reklamasi duduki Gedung DPRD Bali.

Koordinator Aksi Wayan 'Gendo' Suardana menyatakan, lagi-lagi sikap anggota dewan tidak mencerminkan sebagai wadah aspirasi warga.

Massa yang ‎mendatangi gedung sejak pukul 13.30 Wita merasa geram karena tidak ada lagi sikap yang jelas ditunjukkan anggota dewan.

Karena, ‎Krama Adat meminta supaya sikap DPRD bukan hanya sebagai pengantar pos, tapi memiliki sikap untuk mendesak adanya rekomendasi ke Presiden oleh Gubernur.

Sehingga ada perubahan kembali atas Perpes 51 Tahun 2014, yang kini mengijinkan kawasan Teluk Benoa sebagai lahan pemanfaatan, menjadi kawasan konservasi lagi.

"Malahan sikap dewan menunggu Presiden. Lantas terus mengapa punya sikap seperti itu? Kenapa harus menunggu Presiden. Kalau Presiden setuju, apa anggota dewan berani untuk menolak," kata Gendo, Kamis (13/10/2016).

Kini massa masih menduduki Gedung DPRD Provinsi Bali.

Massa menuntut supaya anggota dewan segera menemuinya, di luar beberapa anggota yang sudah bersikap menolak Reklamasi Teluk Benoa.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved