Pelaku Pemerkosa Bergilir Salahkan Orangtua Korban yang Lakukan Pembiaran

Kasus pemerkosaan bergilir yang menimpa AK (16) tidak lepas dari peran orang tua korban.

Pelaku Pemerkosa Bergilir Salahkan Orangtua Korban yang Lakukan Pembiaran
tribunnews.com
ilustrasi pelecehan 

TRIBUN-BALI.COM, KEDIRI - Kasus pemerkosaan bergilir yang menimpa AK (16) tidak lepas dari peran orang tua korban.

Apalagi korban sebenarnya masih dalam pemantauan dan pembinaan petugas Dinas Sosial karena menjadi korban Soni Sandra.

"Ada upaya pembiaran dari orang tua korban sehingga anaknya dalam bergaul bertindak liar tanpa kendali," ungkap Aksonul Huda,SH pengacara tersangka pelaku kasus pemerkosaan bergilir kepada Surya, Sabtu (15/10/2016).

Aksonul menjelaskan, dari hasil investigasi yang dilakukan, ternyata orangtua korban sempat menemui pihak RT lokasi pemerkosaan untuk langkah mediasi.

"Apa tujuannya kok minta mediasi," ungkapnya kepada Surya.

Ditambahkan Aksonul, adanya indikasi pembiaran anak oleh orangtua dalam bergaul dapat dijerat dengan pasal pidana.

"Kami masih mempelajari, apakah tindakan orangtua korban AK termasuk yang dapat dipidanakan," jelasnya kepada Surya.

Karena AK meski telah kabur dari rumahnya, namun orangtuanya tidak ada upaya untuk mencari anaknya.

"Kami menduga jangan-jangan anaknya memang dibiarkan dalam pergaulan," tambahnya.

Aksonul juga khawatir jika korban tidak mendapatkan pengawasan dan dibiarkan berkeliaran bakal terulang lagi kasus serupa.

Halaman
12
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved