Komplotan Pengutil Supermarket Asal Makassar Diamankan di Jalan Kebo Iwa Selatan
Aksi mereka terbongkar, Kamis (13/10/2016), saat mencoba mengulangi pencurian di sebuah toko yang terletak di belakang KFC Jalan Kebo Iwa Selatan
Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kelompok pencuri spesialis swalayan asal Makassar, Sulawesi Selatan, ketiban sial saat melancarkan aksinya di sebuah toko di Jalan Kebo Iwa Selatan, Denpasar, Bali, pada Kamis (13/10/2016) sekitar pukul 10.00 Wita.
Aksi mereka diketahui pengunjung dan karyawan toko.
2 orang tersangka langsung diamankan sementara 3 orang lainnya berhasil kabur. Warga pun melaporkan percobaan pencurian tersebut ke Polsek Denpasar Barat. Pihak kepolisian kemudian melakukan penyisiran mencoba mencari 3 pelaku lainnya, namun hanya satu orang pelaku yang berhasil ditangkap.
2 orang pelaku kini masih menjadi buronan Polsek Denpasar Barat.
Informasi yang berhasil dihimpun, kelompok pengutil ini tiba dari Makassar dengan menumpang pesawat Lion Air pada hari Senin (10/10/2016) pukul 01.00 Wita. Kelompok yang terdiri dari Phillipus Sulaeman, Andi, Rosma, Denti, dan Winda, tak langsung beraksi.
Mereka memutuskaan menginap di Hotel Darmadi di Jalan Raya Kuta, Badung, dan beristirahat selama sehari.
Malam keesokan harinya, kelima pelaku menyewa sebuah mobil Toyota Avanza. Mobil tersebut mereka gunakan sebagai sarana akomodasi untuk melancarkan aksinya.
Pagi harinya, mereka mulai berkeliling wilayah Denpasar dan Badung untuk beraksi. Namun tiada hasil mereka dapatkan hingga sore harinya.
Aksi mereka membuahkan hasil pada Rabu (12/10/2016) di swalayan Coco Mart cabang Jalan Gunung Sanghyang dan Toko Khong Guan Sempidi.
Makanan ringan dan barang dagangan lain dalam jumlah besar berhasil mereka bawa kabur.
“Mereka berlima bekerja secara terorganisir. Masing-masing punya peran berbeda. Sulaeman sebagai supir, Andi mengalihkan perhatian karyawan, sedangkan Rosma, Denti, dan Winda bertugas mengutil barang dagangan toko. Barang curian mereka sembunyikan di dalam daster dan kemudian dibawa keluar. Para pelaku dalam melakukan aksinya bisa 2 sampai 3 kali keluar-masuk toko,” urai sumber kepolisian, Minggu (16/10/2016).
Aksi mereka terbongkar, Kamis (13/10/2016), saat mencoba mengulangi pencurian di sebuah toko yang terletak di belakang KFC Jalan Kebo Iwa Selatan, saat warga dan pegawai toko tak menaruh curiga terhadap gelagat aneh pelaku.
Kelimanya pun dikejar massa, Rosma dan Denti berhasil diamankan, namun Phillipus Sulaeman serta Winda dan Andi berhasil melarikan diri.
Beruntung warga dapat menahan amarah dan tak menghakimi ketiga pelaku ini.
“Warga lalu menghubungi Polsek Denpasar Barat. Polisi lalu tiba di TKP dan segera melakukan penyisiran. Hasilnya, polisi menemukan seorang laki-laki yang diduga pelaku. Ketiganya dan 7 dus besar berisi barang dagangan toko hasil curian mereka diamankan Mapolsek Denpasar Barat. Sedangkan 2 pelaku yang kabur masih dikejar polisi,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Wisnu Wardana, membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku pengutilan spesialis swalayan.
“Iya pelaku sudah diamankan. Kasusnya masih didalami penyidik.” Katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/barang-curian_20161017_142319.jpg)