Pasar Modal Sasar Investor Muda Bali

Investor di Bali didominasi pria hingga 77,45 persen dibandingkan wanita yang hanya 22,55 persen

Pasar Modal Sasar Investor Muda Bali
NET
Ilustrasi pasar modal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Head of Capital Market Information Centre-Denpasar Marketing Division, I Gusti Agung Alit Nityaryana menyebutkan investor di Bali didominasi pria hingga 77,45 persen dibandingkan wanita yang hanya 22,55 persen.

Kemudian jika dilihat berdasarkan usia, investor yang mendominasi di Bali dengan rentang usia antara 40 - 100 tahun hingga 83,64 persen.

Disusul investor berusia 31 - 40 tahun sebesar 13,26 persen, usia 26 - 30 tahun sebesar 2,16 persen, dan usia 18 - 25 tahun sebesar 0,95 persen.

Sementara dilihat dari sisi pekerjaan investor di Bali, terbanyak datang dari kalangan pengusaha hingga 49,14 persen.

“Data ini menjelaskan karakter demografi orang Indonesia. Jadi ternyata justru orang di atas usia 40 tahun paling banyak berinvestasi pasar modal di Bali. Saya kurang tahu alasan pastinya, tetapi ini potensi besar untuk kami mengajak anak muda terjun ke pasar modal sehingga bisa mengimbangi generasi di atas usia 40 tahun ini,” katanya di Denpasar, Rabu (19/10/2016).

Ia memperkirakan, beberapa faktor penyebab mendominasinya kalangan usia 40 tahun ke atas bertransaksi di pasar modal karena telah mapan dari segi finansial, memiliki literasi lebih baik terhadap pasar modal, sehingga penetrasinya lebih bagus dibandingkan kalangan muda.

Alit sapaan akrabnya, sedang membidik kalangan muda di Bali untuk bertransaksi pasar modal.

“Kami ingin mencoba memperdalam kepada anak - anak muda ini. Karena investasi pasar modal kan tidak mahal. Fokus kami tahun depan memang lebih ke anak muda, caranya kami akan kerjasama dengan kampus - kampus kemudian dengan komunitas,” sebutnya.

Kemudian membesarkan komunitas saham yang telah ada di Bali, guna menjadi wadah sharing kawula muda tentang industri pasar modal.

Beberapa kendala, seperti pemikiran bahwa investasi di pasar modal rumit dan mahal diperkirakan menjadi kendala generasi muda terjun ke dalamnya.

“Makanya kami sedang membuat kegiatan dan merancang kegiatan yang ke depannya lebih fokus kepada anak muda. Seperti semacam permainan dan sebagainya untuk mengundang anak muda masuk ke dalam industri pasar modal. Yang kami mau jual ke anak muda, adalah apabila mereka tidak punya uang untuk membangun perusahaan sendiri,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data OJK Regional 8 Bali - Nusa Tenggara, kinerja pasar modal  posisi 31 Agustus 2016, menunjukkan jumlah investor saham meningkat dari 7.615 investor pada Desember 2015 menjadi 9.388 investor pada 31 September 2016. Dengan pertumbuhan jumlah Sub Rekening Efek (SRE) sebanyak 1,733 rekening periode 2015 - September 2016. Nilai transaksi saham telah mencapai 3,498,305 juta transaksi.

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved