Dalam Hal Ini Hidup di Bali Lebih Baik Dari di Amerika

Adapun saat ini diperkirakan ada 7 juta kematian setiap tahun, yang lebih dari 50%nya berasal dari negara berkembang.

Dalam Hal Ini Hidup di Bali Lebih Baik Dari di Amerika
Tribun Bali/Cisilia Agustina Siahaan
Ilustrasi Tradisi Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbedar kedua di dunia (12%), melebihi HIV/AIDS, TB, dan malaria.

Dalam waktu 20 tahun angka kematian kanker setiap tahun meningkat dari 6 juta orang menjadi 10 juta orang.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika bahkan mengatakan di Amerika waktu 5 tahun yang lalu angka penderita kanker diatas 65 tahun yakni 1 orang dari 7 penduduk Amerika.

Tetapi sekarang 1 dari 2 penduduk Amerika menderita kanker.

“Saya dapat informasi dari Prof Ben dari Jerman. Mengapa demikian karena lifestyle nya, kalau orang makan sayur pasti ditanam pupuk kimia dan pestisida kimia disana. Bahkan semua ayam dibesarkan disana dengan zat kimia yang bersifat memicu pertumbuhan kanker,” jelasnya dalam pelantikan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Bali tahun 2016-2021 di Wiswa Sabha Utama,Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (21/10/2016).

Ia pun mengatakan hidup di Bali atau Indonesia secara umum lebih baik daripada di Amerika untuk urusan mencegah penyakit kanker.

“Beliau (Prof. Ben) mengatakan begitu karena di Bali banyak sayur yang boleh kita pilih. Pakis, nangka, jantung pisang, undis pasti tidak pakai bahan kimia. Disini kita bisa milih antara ayam kampung atau ayam boiler. Ini menurut beliau (Prof Ben) yang tinggal di Amerika selama 20 tahun. Makanya beliau ingin tinggal di Bali,” jelasnya.

Adapun saat ini diperkirakan ada 7 juta kematian setiap tahun, yang lebih dari 50%nya berasal dari negara berkembang.

Sedangkan saat ini 20 juta orang hidup menderita kanker, dan diperkirakan di tahun 2020 mencapai 30 juta. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved