Edan, Mafia Tanah di Indonesia Manfaatkan Air Teh Untuk Palsukan Dokumen

Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah memetakan modus‑modus mafia tanah.

Edan, Mafia Tanah di Indonesia Manfaatkan Air Teh Untuk Palsukan Dokumen
surabaya.tribunnews.com
Ilustrasi sertifikat tanah. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah memetakan modus‑modus mafia tanah.

Di antaranya adalah mencelupkan dokumen tanah ke air teh agar dokumen terkesan sebagai dokumen berumur puluhan tahun.

Dalam waktu dekat, Kementerian ATR/BPN akan membentuk tim Sapu Bersih (Saber) Mafia Tanah.

"Mafia tanah di Indonesia sudah meresahkan. Maka kami berencana membentuk tim Sapu Bersih Mafia Tanah untuk memberikan kepastian hukum," ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dalam diskusi di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Sofyan kemudian membeberkan modus mafia tanah di Indonesia.

Pertama, penggunaan bukti kepemilikan tanah yang sudah tidak diatur dalam hukum. Misalnya surat girik dan sejenisnya.

"Hak‑hak lama masih gentayangan. Ini harus dihentikan," ujar Sofyan.

Sebenarnya, ada peraturan pemerintah yang sudah membatalkan hak‑hak lama kepemilikan tanah itu.

Namun, pengadilan seringkali mengabaikan peraturan itu.

Modus lainnya adalah memalsukan dokumen kepemilikan tanah.

Halaman
123
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved