Wow, Uang Lusuh di Bali Capai Rp 2 Triliun

Bank Indonesia melakukan operasi pemburu uang lusuh di Kota Denpasar yang rencananya dilakukan rutin

Wow, Uang Lusuh di Bali Capai Rp 2 Triliun
kompas.com
Ilustrasi uang lusuh.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satu diantara program kerja Bank Indonesia (BI) adalah clean money policy atau upaya mengurangi peredaran uang lusuh di Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana berkeinginan Bali menjadi etalase dunia dengan peredaran uang rupiah baru dan dalam kondisi fit.

Untuk itu, pihaknya melakukan operasi pemburu uang lusuh di Kota Denpasar yang rencananya dilakukan rutin.

Ia berharap ke depannya tidak ada lagi uang lusuh di Bali, sehingga ia mengimbau masyarakat tidak mencorat-coret, meremas atau menjepret uang yang dapat merusak uang tersebut.

“Ya sebab uang lusuh yang beredar lalu kembali ke BI, akan menjadi beban biaya dalam pencetakan uang baru,” jelasnya.

Ia pun ikut terjun ke lapangan, khususnya daerah wisata di Bali seperti Ubud, Kuta dan sebagainya dalam operasi ini.

Hanya saja kendala minimnya SDM, membuat operasi ini tidak bisa dilakukan di seluruh wilayah Bali.

Sehingga pihaknya melakukan kerjasama dengan perbankan dalam menerima penukaran uang lusuh dari masyarakat dan menggantinya dengan uang baru.

Ia mengatakan, pecahan uang lusuh yang banyak ditukarkan oleh masyarakat adalah pecahan kecil senilai Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 10 ribu.

Lanjutnya, berdasarkan uang setoran dari sejumlah perbankan di Bali dan hasil sortiran petugas BI, pada Jumat (21/10/2016) total uang lusuh yang didapatkan mencapai Rp 2 triliun.

Selain menekan uang lusuh, pihaknya juga mendorong penggunaan uang non tunai, agar lebih praktis dan aman.

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved