Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembunuhan di Lapangan Puputan Badung,  Ini Penyesalan Tersangka

Ia merasa sangat berdosa saat mengetahui Yohanes tewas akibat tusukannya.

Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Tim Identifikasi Polresta Denpasar melakukan identifikasi dalam kasus penusukan Yohanes di Lapangan Puputan Badung, Minggu (23/10/2016). Inset foto korban semasa hidup. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tersangka kasus pembunuhan Yohanes Jeraman (23), Wili Brodus Rambi (21), mengaku sangat menyesal aksi brutalnya memukul dan menusuk Yohanes.

Ia merasa sangat berdosa saat mengetahui Yohanes tewas akibat tusukannya.

Baca: Ulang Tahun Berdarah, Tikaman Bayonet Tewaskan Pria Ini di Lapangan Puputan

“Si pelaku tahu korban dibawa ke RSUP Sanglah. Dia pun datang ke sana. Mungkin ada rasa bersalah kan sesama dari timur juga. Dia datang, di sana langsung tim buser mengamankan dia. Ya dia bilang sih menyesal sudah menusuk korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Julkipli Ritonga.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara ini menambahkan, insiden penusukan bermula saat rekan Wili dan Yohanes berada di Lapangan Puputan Badung untuk berkumpul dan menenggak minuman keras (miras).

Di tengah acara minum-minum tersebut, dijelaskan Wili dalam interogasi, tiba-tiba dari kelompok Yohanes ada lemparan botol air mineral yang mengenai dirinya.

Perkelahian lalu tak terelakkan. Sebelumnya, caci maki antara Wili dan Yohanes terdengar jelas di tengah keheningan malam di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali.

Karena merasa tersinggung akan perkataan Wili, Yohanes berdiri dan bertanya siapa yang dia maksud telah melempar botol.

Melihat Yohanes berdiri, Wili naik pitam.

Ia menuduh Yohanes orang yang telah melempar botol air mineral.

Wili lantas menantang Yohanes duel.

Pun demikian, Iptu Julkipli mengatakan baik Wili dan Yohanes sama-sama belum kenal sebelumnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menyimpulkan insiden berdarah ini diawali kesalahpahaman lantaran berada dalam pengaruh alkohol.

“Mereka ini tidak saling kenal. Bukan pembunuhan berencana, tapi spontanitas karena salah paham di saat mabuk,” tandasnya.

Pasca terbunuhnya Yohanes di Lapangan Puputan Denpasar, upacara pecaruan alit digelar.

Upacara ini diikuti oleh Ikatan Keluarga Manggarai Barat, Pemkot Denpasar dan anggota Flobamora.

Upacara ini dilaksanakan bertujuan untuk membersihkan areal tempat terjadinya pristiwa  pembunuhan dan juga untuk mondoakan korban agar tenang kembali ke asalnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved