Repo Rate Turun, BNI Pertimbangkan Penurunan Suku Bunga
Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan suku bunga acuan, atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin, dari 5 persen menjadi 4,75 persen
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan suku bunga acuan, atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin, dari 5 persen menjadi 4,75 persen.
BI mengharapkan perbankan segera menstransmisikannya ke dalam suku bunga perbankan, khususnya suku bunga kredit (loan).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan beberapa indikator penurunan suku bunga juga didukung dari angka inflasi Bali yang cukup aman, loan to deposit ratio (LDR) perbankan di Bali yang masih terjaga baik, dan net interest margin (NET) yang cukup baik.
“Sehingga harapan kami transmisinya tidak terlalu lama diterapkan pada suku bunga kredit perbankan. Karena ini gambaran di pasar uang secara real. Ya paling tidak seharusnya 3 bulan sudah bisa lah,” jelasnya di Kubu Kopi, Senin (24/10).
A.A.G. Agung Dharmawan, Pemimpin BNI Kanwil Denpasar, mengatakan banyak komponen yang musti diperhatikan dalam menurunkan suku bunga kredit.
“Repo rate ini kan acuan untuk menentukan suku bunga kredit. Tetapi ada komponen lainnya, seperti margin yang diharapkan perusahaan dan harus dilihat resiko industri serta resiko lainnya,” katanya saat ditemui di kantor BNI, Renon, Denpasar, Selasa (25/10).
Sehingga beberapa komponen, seperti basic rate, ditambah resiko, ditambah country risk, lalu ditambah margin baru bisa terbentuk suku bunga kredit.
Sejauh ini, Net Interest Margin (NIM) BNI masih terjaga sesuai NIM yang berlaku di pasaran antara 4 - 6 persen.
“Tentu kami merencanakan ke arah menurunkan suku bunga mengingat modal dana saja turun. Tetapi kan ada banyak hal yang diperhitungkan, seperti NIM dan sebagainya,” sebutnya. (*)