Nama Donald Trump di Walk of Fame Dirusak Pria Misterius

Entah mengapa alasannya hingga nama Donald Trump yang terpasang di Hollywood Walk of Fame dirusak oleh seorang pria

Nama Donald Trump di Walk of Fame Dirusak Pria Misterius
Dominic Patten/Deadline
Hollywood Walk of Fame bertuliskan nama Donald Trump dirusak oleh seorang pria tak dikenal. 

TRIBUN-BALI.COM - Entah mengapa alasannya hingga nama Donald Trump yang terpasang di Hollywood Walk of Fame dirusak oleh seorang pria, Rabu (2/10/2016) waktu setempat.

Aksi vandalisme ini terjadi kurang dari dua pekan sebelum Amerika melakukan pemilihan umum (pemilu) untuk menentukan bakal calon Presiden.

Kebenciaan masyarakat Amerika Serikat terhadap Donald Trump yang mencalonkan diri menjadi kadidat calon Presiden Amerika Serikat kian mencuat.

Donald Trump 22
Donald Trump

Seperti yang diketahui The Hollywood Walk of Fame merupakan sebuah trotoar yang menampilkan lebih dari 2.400 keramik bergambar bintang dan bertuliskan nama artis, ataupun tokoh terkenal maupun karakter fiksi sebagai bentuk pernghargaan mereka terhadap sumbangsih di industri hibutan.

Seorang pria tersebut diketahui bernama Jamie Otis yang mengenakan pakaian pekerja konstruksi kota, dengan membawa sebuah palu dan kapak terekam menghancurkan keramik bertuliskan nama Donald Trump.

Dilansir melalui laman deadline, Kamis (27/10/2016), kejadian ini diketahui terjadi sekitar pukul 5:45 pagi waktu setempat di blok Hollywood Boulevard.

Lokasi kejadiannya terletak di dekat Teater Dolby.

Nama Donald Trump sendiri masuk kedalam daftar Walk of Fame pada tahun 2007 lalu, atas dedikasinya dan pengakuan atas kerjanya sebagai pembawa acara di stasiun televisi NBC.

Pada hari biasa tempat perusakan nama Donald Trump ini selalu ramai di kunjungi orangpada siang hari.

Namun ketika aksi vandalisme ini terjadi hampir tidak ada seorang pun di sekitar lokasi kejadian yang melihat atau merasa penasaran dengan bentuk perusakan tersebut.

Hanya tampak beberapa pejalan kaki yang menoleh sejenak ke arah keramik tersebut.

Aksi penyerangan terhadap Donald Trump tidak hanya terjadi satu kali ini, beberapa kali Donald Trump sering menjadi sasaran masyarakat yang kontra terhadapnya sejak mencalonkan diri sebagai capres AS.

Kejadian yang paling ekstrem yakni pada bulan Januari lalu Trump sempat diserang dengan disemprotkan cairan merica. (*)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved