Jalan Panjang Penderitaan Keluarga Yang Ibunya Koma Selama 5 Tahun Hingga Terpikir Suntik Mati

Selama di rumah sakit hanya berlangsung perawatan saja tanpa pengobatan. Dalam penantian itu, harta Mutolib kian habis.

Jalan Panjang Penderitaan Keluarga Yang Ibunya Koma Selama 5 Tahun Hingga Terpikir Suntik Mati
EBIN MARWI
Humaida terbaring di bangsal RSUD Grogot. Ia koma sejak 2011 tanpa pengobatan dan tanpa harapan sembuh. 

TRIBUN-BALI.COM, BALIKPAPAN - Abdul Mutolib bersama kelima anaknya menjalani kehidupan berat setelah Humaida, istrinya, sakit keras dan dirawat di Rumah Sakit Umum Panglima Sebaya, Tana Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Bahkan, Mutolib sampai berniat mengajukan suntik mati atau euthanasia untuk istrinya karena merasa kasihan dengan kondisi Humaida.

Akibat sakit yang sudah lama diderita Humaida, anak-anaknya sempat terpisah-pisah dari orangtua pada dua tahun pertama ibunya sakit.

Baca: Lima Tahun Koma Usai Melahirkan, Keluarga Minta Wanita Ini Disuntik Mati Saja

Baca: Perjuangan Januar Demi Obati Ibu Yang Koma 5 Tahun Usai Melahirkan

Pasalnya, Mutolib mencurahkan perhatian penuh bagi kesembuhan Humaida.

Tiga anaknya harus dititipkan ke teman dan tetangga.

Eutanasia
Abdul Mutolib, Dilla, dan Fauzi, saat menunggu Humaida di RS Panglima Sebaya. Foto dokumentasi Januar As'ari, anak pertama Mutolib dan Humaida.

Begitu pula anak terakhir yang baru dilahirkan Humaida harus dititipkan ke kerabatnya di Amuntai, Kalimantan Selatan.

“Adik kedua hingga keempat selalu bersama, tapi tinggal di rumah satu karyawan ke karyawan bapak yang lain selama satu sampai dua tahun. Tahun yang berat,” kata Januar As’ari, putra pertama pasangan Humaida dan Mutolib, Jumat (28/10/2016).

"Yang kelima, sejak lahir langsung dirawat karyawan bapak yang lain di Kalsel," katanya.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved