Music Zone

Beginilah Napi LP Kerobokan yang Tergabung Band ‘Antrabez’ Ini Rekaman

Antrabez baru saja merilis album perdana “Saatnya Berubah". Tapi tahukah Anda, para personel band ini benar-benar seorang narapidana loh.

Beginilah Napi LP Kerobokan yang Tergabung Band ‘Antrabez’ Ini Rekaman
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Personel Antrabez: Octav & Rifa: gitar, Miky: bass, Daus: drum, Ronald: keyboard, Febri, Tantri & Sila: vokal. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Antrabez baru saja merilis album perdana “Saatnya Berubah".

Tapi tahukah Anda, para personel dari band yang memiliki kepanjangan Anak Terali Besi ini benar-benar seorang narapidana loh.

Delapan personelnya, Octav, Rifa, Miky, Daus, Ronald, Febri, Tantri dan Sila merupakan narapidana dari Lapas IIA Denpasar, Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan yang dikenal dengan LP Kerobokan.

Baca: Personel Band Ini Isinya Para Napi LP Kerobokan Loh, Baru Rilis Album Perdana

Berbeda dari musisi lain yang lebih memiliki ruang dan waktu untuk berkreasi, para narapidana ini terbatas waktu, ruang karena berada di balik jeruji besi.

Namun karena tidak ingin membatasi kreativitas anak-anak ini, pihak LP Kerobokan memberikan izin bagi Antrabez untuk melakukan rekaman.

Proses rekaman berlangsung di Antida Studio.

Selama kurang lebih 2,5 bulan proses rekaman dilakukan.

Waktu yang dihabiskan pun tidak sebentar, dalam sekali rekaman bisa memakan waktu 6-7 jam.

Kekhawatiran para napi ini akan kabur pun tentu ada.

Namun selain sudah mendapatkan izin dari pimpinan, untuk proses rekaman ini pun sudah ada tim pengawal.

"Ketika mereka rekaman pun ada tim pengawal yang diturunkan. Namun tidak mungkin saya borgol mereka, bagaimana main gitar kalau diborgol. Jadi saya ikat mereka dengan hati saya," ujar , Kepala Lapas IIA Denpasar, Slamet Prihantara, yang akrab disapa Toro.

Kehadiran napi di studio miliknya menjadi pengalaman tersendiri bagi AA Ketut Anom Darsana.

Jika musisi lokal, nasional hingga internasional sudah menjadi hal yang biasa ia tangani.

Namun bersama narapidana adalah kali pertama baginya.

"Ini kejutan bagi saya bagaimana mengatur jadwal selama 2,5 bulan untuk mereka. Ada semangat yang berbeda dari mereka yang memberikan aura tersendiri," ujar Anom. (*)

Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved