Wujudkan Kebijakan Bupati Eka Wiryastuti, Pemkab Tabanan Anggarkan Rp 7 Miliar Untuk Seragam Pegawai

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti yang mengharuskan tenaga kontrak untuk berpakaian putih hitam dari hari senin hingga rabu

Wujudkan Kebijakan Bupati Eka Wiryastuti, Pemkab Tabanan Anggarkan Rp 7 Miliar Untuk Seragam Pegawai
Tribun Bali/I Made Argawa
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat pidato di depan DPRD Tabanan, Bali, Senin (19/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Pemkab Tabanan, Bali sedang merancang anggaran pengadaan pakaian putih hitam untuk pegawai yang anggaranya menyentuh angka Rp 7 miliar.

Pakaian tersebut nantinya tidak hanya diperuntukan untuk PNS, tenaga kontrak juga akan diberi jatah pakaian berupa satu kemeja warna putih dan celana panjang atau rok warna hitam.

Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Tabanan I Made Yasa menyebutkan, pihaknya sudah mengajukan rencana tersebut ke tim penganggaran Pemkab Tabanan untuk APBD 2017. 

“Rancangan anggarannya sudah kami ajukan, kan tinggal proses dan mendapat persetujuan pimpinan dan DPRD,” katanya, (9/11/2016). 

Mantan Kepala Inspektorat Tabanan itu tidak menampik pengadaan pakaian dinas putih hitam itu berkaitan dengan kebijakan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti yang mengharuskan tenaga kontrak untuk berpakaian putih hitam dari hari senin hingga rabu dan pada PNS kebijakan serupa khusus pada hari Rabu.

“Sekarang pegawai wajib mengenakan  baju putih dan bawahan hitam khusus hari Rabu dan  Senin sampai Rabu untuk tenaga kontrak,”  jelas Yasa

Dijelaskannya pula, pengusulan anggaran sebesar RP 7 miliar untuk sembilan ribu lebih PNS ditambah  tiga ribu lebih tenaga kontrak.

Namun, dia tidak berani memastikan akan disetujui.

“Kami memang mengajukan anggaran  untuk pengadaan pakaian putih hitam. Namun, semuanya terserah tim anggaran, kami hanya mengajukan,” paparnya.

Terkait besaran anggaran mencapai Rp 7 miliar, Yasa menjelaskan, dana tersebut  sesuai dengan harga hasil survei yang telah dilakukan di lapangan.

Diperkirakan harga pakaian baju kemeja putih dan bawahan hitam Rp 250 ribu.

Rencananya setiap pegawai akan mendapatkan satu pakaian (atasan kemeja dan bawahan) termasuk untuk tenaga kontrak yang harus berpakaian seperti itu selama tiga hari berturut-turut.

Selain pengajuan anggaran, pihaknya juga mengajukan tiga rancangan bentuk pakaian tersebut nantinya. 

“Rancangannya sudah kami ajukan, terserah nanti mau dipilih yang mana. Kalau memang jadi ada pengadaan  pakaian ,” jelasnya. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved