Dijemput Polisi Di Rumahnya, Kakek 77 Tahun Mahaguru Dimas Kanjeng Tertawa Dikira Akan Diajak Ziarah

Dahro mengungkapkan, seorang putri dari anak Abdul Karim kerap pingsan setiap kali melihat pemberitaan ayahnya di televisi.

Dijemput Polisi Di Rumahnya, Kakek 77 Tahun Mahaguru Dimas Kanjeng Tertawa Dikira Akan Diajak Ziarah
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Mujang (kiri) diperiksa di Mapolda Jatim, Senin (7/11/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Abdul Karim alias Abah Sulaiman, satu mahaguru abal-abal yang direkrut Dimas KanjengTaat Pribadi, tertawa saat diboyong lima polisi dari Polda Jawa Timur dan Polsek Tanjung Duren, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Padahal, dua anak dan menantu yang tinggal satu atap dengan Abah Sulaiman syok bukan kepalang.

Dahro, pria berusia 51 tahun yang menjadi menantu Abdul Karim masih mengingat detik-detik sang mertua dicokok polisi.

Saat itu, Abdul Karim yang tengah berada di rumah tiba-tiba didatangi sejumlah polisi.

Tidak begitu lama, polisi lalu membawa sang mertua yang telah berusia 77 tahun itu ke Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Keluarga pun kaget. Bukan hanya keluarga, sejumlah warga sekitar mendatangi rumah saat polisi memboyong Abdul Karim.

"Pas dibawa polisi, kita yang di rumah kaget semua, ada apaan ini? Orang sekampung pada geger. Polisi bilang, bapak ada kaitan sama Dimas Kanjeng, katanya jadi guru," kata Dahro kepada Tribun, Selasa (8/11/2016) kemarin.

Dahro pun mendampingi sang mertua menuju Polsek Tanjung Duren.

Uniknya, Dahro justru melihat sang mertua yang dikenal suka melucu itu tidak tegang.

Abdul Karim banyak menebar senyum saat perjalanan menuju Polsek Tanjung Duren.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved