Anugerah Pewarta Warga Pertama dari Bali

Ada empat kategori dalam Anugerah Jurnalisme Warga 2016 yaitu tulisan, foto dan ilustrasi, video, dan suara (audio)

Anugerah Pewarta Warga Pertama dari Bali
Istimewa/sloka institute

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Anugerah Pewarta Warga untuk kali pertama diberikan pada sejumlah karya dan tokoh pilihan publik pada perhelatan Citizen Journalism Day, Sabtu (12/11/2016) malam di Denpasar, Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sloka Institute dan Bali Blogger Community (BBC), pengelola portal jurnalisme warga Balebengong.net.

Lembaga, komunitas, dan portal ini lahir pada 2007. Acara ini juga didukung IAA, BOC Indonesia, dan lainnya.

Ada empat kategori dalam Anugerah Jurnalisme Warga 2016 yaitu tulisan, foto dan ilustrasi, video, dan suara (audio).

Sebanyak 44 karya tulis, video, foto, ilustrasi, dan suara memperlihatkan suara-suara yang tak terdengar di Bali.

Pemenang pertama kategori tulisan adalah I Wayan Willyana, seorang warga Batubulan.

Ia mengisahkan Dadong Koda dan warungnya yang menjadi jejak sejarah perubahan sosial dan ideologi di Bali sejak 1965 sampai sekarang.

Misalnya simpatisan partai di masa lalu, dampak peristiwa 30 September 1965 yang membuat warga saling bunuh, dan tekanan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya saat ini akibat pariwisata massal.

“Ketika pembangunan fisik dan alih fungsi lahan makin tak berpihak pada ruang publik, melalui jurnalisme warga Balebengong memberi keberpihakan dan ruang kepada warga untuk berbagi dan bersuara,” ujar Willyana, pekerja pariwisata ini.

Berikutnya ada anak mudaWidyartha Suryawan yang menulis narasi kuasa para orang kaya era Orde Baru.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved