Cerita Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Gereja Oikumene, Istrinya Pun Takut Bertemu

Ju mengaku datang ke Parepare untuk menemukan istrinya, Nurhayati, yang merupakan warga Parepare.

Cerita Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Gereja Oikumene, Istrinya Pun Takut Bertemu
Terduga pelaku pelemparan bom di Gereja Oikumene,Kota Samarinda,Minggu (13/11/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA-Pelaku pelemparan bom molotov ke Gereja Oikumene, Samarinda, adalah Juhanda alias Ju bin Mohammad Aceng (36). Juhanda adalah pelaku teror bom buku di Jakarta, Maret 2011.

Atas keterlibatannya dalam teror bom buku, Juhanda yang saat itu berusia sekitar 32 tahun, diganjar hukuman 3,5 tahun penjara.

Ju yang ditahan sejak 4 Mei 2011, mendapat kesempatan bebas bersyarat setelah menerima remisi Idul Fitri pada 28 Juli 2014.

Dua bulan setelah menerima bebas bersyarat, tepatnya awal September 2014, Ju ditangkap warga Parepare, Sulawesi Selatan, karena gerak-geriknya mencurigakan.

Ju mengaku datang ke Parepare untuk menemukan istrinya, Nurhayati, yang merupakan warga Parepare.

Namun warga menyatakan Nurhayati telah merantau ke Kalimantan.

Saat diminta memperlihatkan surat identitas, Ju menunjukkan tanda bebas dari Lapas Klas I Tangerang bernomor: W.12. LA-PK.01.01.02-4005.

Surat tersebut juga menyatakan Juhanda berprofesi sebagai buruh, pendidikan tamat SMA, dan beralamat di Perum Cinta Kasih, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Ketika memerika tas Juhanda, warga menemukan bendera hitam mirip bendera kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Temuan itu membuat warga curiga dan melapor ke polisi.

Juhanda kemudian diangkut ke kantor polisi namun tidak diproses hukum dan diajukan ke pengadilan.

Ketika diperiksa polisi, Juhanda juga memberikan penjelasan yang sama. Dia mengaku datang ke Parepare untuk menemui istrinya.

Kapolres Parepare saat itu, AKBP Himmawan Sugeha mengatakan, Nurhayati telah meninggalkan Parepare karena menghindari suaminya.

Informasi lain yang dihimpun Tribun Timur (Tribunnews Grup), Nurhayati mengungsi ke Massepe, Kabupaten Sidrap, Sulsel, karena takut bertemu Juhanda yang ingin memaksanya ikut Aceh.

Info lain menyatakan, Juhanda menikahi Nurhayati saat masih menjalani hukuman penjara di Lapas Tangerang. Keduanya dipertemukan oleh seorang lelaki bernama Agung.

Polisi belum mengetahui motif Juhanda melakukan aksi teror di Samarinda. Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Agus Rianto mengatakan, penyidik masih mendalami motif pelaku menyerang gereja
"Apakah terlibat di jaringan teroris, itu masih terus didalami," kata Agus di Jakarta, Minggu siang. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved