Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Paradise

Makan Romatis dan Bernostalgia di White Canny Renon, Smoke Chicken Jadi Favorit

Pengunjung di restoran ini selain bisa mencicipi beragam makanan, juga bisa bernostalgia dengan masa lalu.

Tayang:
Penulis: made cintya dewi | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tirbun Bali/Made Cintya Dewi
Aneka hidangan di Restoran White Canny 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tertarik menikmati makanan sambil merasakan nuansa tempo dulu?

Restoran White Canny di Jalan Tukad Gangga No 16 Renon, Denpasar, Bali menjadi alternatif untuk dikunjungi. Restoran ini mengusung tema kolonial klasik.

“Prinsip awalnya kami ingin itu kayak rumah, jadi orang makan di sini itu biar merasa kayak di rumah. Rumah yang dimaksud itu rumah yang sudah lama, rumah tempo dulu, intinya kan biar orang itu senang dulu datang ke sini,” ujar sang pemilik, Desak Made Lila Darmayanti.

Bangunan kuno dominasi warna putih bernuansa kolonoial betawi sangat kental terasa begitu kaki menginjak halaman depan White Canny.

Rumah makan ini sangat kental dengan ornamen-ornamen jadul tempo dulu.

white canny
Restoran White Canny
White Canny2
Restoram White Canny

Di lantai atas disediakan area photo corner, jadi pengunjung bisa berfoto menggunakan property yang ada, yaitu radio jadul dan telepon jadul yang tombolnya menggunakan tombol putar.

“Kesan putih yang sangat kuat, membuat kita memilih nama White Canny. Saya yakin orang banyak tertarik dengan bangunan kuno yang berwarna putih. Karena warna putih yang ada kesan kunonya hampir selalu membuat foto itu indah. Walaupun ngambil fotonya dengan cara ngawur pasti hasilnya bagus,” tambah Desak Made Lila Darmayanti.

Rumah makan ini memang tak hanya mempertimbangkan cita rasa masakan saja.

Karena terkadang nuansa unik sebuah tempat makan menjadi nilai lebih untuk pengunjung.

Dua faktor itulah yang membuat restoran ini begitu banyak dikunjungi.

“Saya suka dengan bangunan kuno, karena bangunan kuno itu sudah terbukti awet disukai orang. Kalau bangunan temporer itu pakai jaman, pakai masa, pada masa tertentu itu ilang,” imbuh Desak Lila Darmayanti.

Pengunjung di restoran ini selain bisa mencicipi beragam makanan, juga bisa bernostalgia dengan masa lalu.

Meskipun tema yang diusung adalah kolonial, tapi restoran ini tetap saja menawarkan kemewahan yang menakjubkan.

Restoran ini mencoba memanjakan tamunya dengan rasa dan pelayanan yang luar biasa.

White Canny menyajikan nasi goreng kambing sebagai menu andalannya.

hidangan
Hidangan White Canny

Tidak hanya beda di daging kambingnya saja, begitu pula dengan bumbunya menggunakan rempah Bali membuat lebih ke rasa lokal.

Saat disajikan, dilengkapi dengan dua tusuk sate kambing, garnis, kerupuk dan telur dadar.

“Nasi goreng kami lebih ke rempah, jadi kayak ngebumbu lokal,” imbuh Desak Made Lila Darmayanti.

Selain nasi goreng kambing, ada juga menu lainnya seperti chicken rise garlic.

Menu ini adalah menu Jepang, terbuat dari ayam teriyaki dan garlic rise. 

Nasi putih disortir dengan campuran bawang putih dan daun parsley.

Rasanya gurih, seperti nasi uduk tapi tidak memakai santan.

Orange smoke chicken salad juga merupakan menu favorit di White Canny.

Smoke chicken adalah olahan ayam yang dimatangkan dengan cara diasapi.

Menu ini sedikit unik, smoke chicken disajikan bersamaan dengan jeruk dan salad.

Meskipun begitu tapi rasanya sangatlah enak, smoke chicken dan jeruk menghasilkan kompisisi rasa yang sangat pas.

“Kenapa kami gunakan french dressing, karena ada madunya dan orange. Smoke chicken itu kan rasanya agak asin-asin gitu. Jadinya nyambung asin sama manisnya,” ujar Chef Made Dika.

White Canny juga menyediakan menu lokal ala Gianyar.

Menu tersebut adalah ayam panggang rajang Gianyar.

Diolah dengan bumbu ala Gianyar. Yang membuat cita rasanya berbeda adalah proses pemanggangannya.

Daging ayam dipanggang di atas bara dengan tingkat kepanasan yang pas.

Selama pemanggangan daging ayam terus diolesi dengan bumbu Bali, sehingga rasa dagingnya kaya akan bumbu.

“Kami sebut ayam panggang Gianyar, karena saya dari Gianyar dan pertama kali saya temukan makanan ini di Gianyar,” ujar Desak Made Lila Darmayanti.

Tersedia juga salad buah di tempat ini, yang penataannya sangat menarik.

Salad ditaruh diatas crispy of toryilla, kulit tortilla yang sudah dibentuk bunga.

Sementara minuman fovorit ada detox, terbuat dari daun mint, jahe, madu dan lime yang diblender jadi satu, warnanya hijau segar.

Minuman detox ini adalah loloh modern yang berkasiat untuk menyegarkan tubuh.

detox
Minuman detox White Canny

White Canny juga menyediakan tempat untuk sebuah acara.

Pengunjung yang ingin booking hanya perlu membayar Rp 300 ribu per 3 jam.

Jika memesan makanan sebesar Rp 1,5 juta bisa menggunakan tempat secara gratis.

Untuk memikat pengunjung, setaip bulan White Canny memberikan penghargaan bagi pelanggannya yang mengambil gambar di area restoran kemudian mengupload ke sosial media dan menandai akun White Canny.

Ada vover senilai Rp 100 ribu bagi yang terpilih dengan tiga kategori, pasangan romantis, selfie dan foto keluarga. (*)

Info Harga:

Canny gorengan ceria Rp 20.000

Bakso goreng Rp 19.000

Orange smoke chicken Rp 32.000

Nasi goreng kambing Rp 42.000

Seafood capcay Rp 31.000

Work fire tofu Rp 29.000

Ayam brokoli Rp 35.000

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved