Office Boy di Jepara Tersungkur Begitu Divonis Seumur Hidup, Ini Gara-garanya

Hakim Ketua Sartono dalam sidang di PN Semarang, Selasa (15/11/2016), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Office Boy di Jepara Tersungkur Begitu Divonis Seumur Hidup, Ini Gara-garanya
Antara
Faiq Akhtar tergeletak di lantai usai divonis majelis hakim dengan hukuman penjara seumur hidup dalam sidang penyelundupan 97 Kg sabu-sabu, di PN Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/11/2016). Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya dengan hukuman mati. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARANG - Warga negara Pakistan, Faiq Akhtar, terdakwa penyelundupan 97 kilogram sabu-sabu yang dibongkar BNN di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, lolos dari hukuman mati.

Hakim Ketua Sartono dalam sidang di PN Semarang, Selasa (15/11/2016), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yakni pidana mati.

"Terdakwa bukan otak dari jaringan pengedar sabu Pakistan," kata hakim ketua ketika membacakan hal yang meringankan dalam perkara terdakwa.

Faiq Akhtar
Faiq Akhtar tergeletak di lantai usai divonis majelis hakim dengan hukuman penjara seumur hidup dalam sidang penyelundupan 97 Kg sabu-sabu, di PN Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/11/2016). Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya dengan hukuman mati. (Antara)

Menurut dia, terdakwa hanya berperan mengurusi keuangan jaringan pengedar Narkoba itu.

Adapun pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan penjara seumur hidup tersebut, perbuatan terdakwa sebagai bagian dari jaringan pengedar sabu Pakistan telah meresahkan masyarakat, merusak generasi muda dan dilakukan secara terorganisasi.

Selain itu, terdakwa dinilai tidak berterus terang selama persidangan.

Usai mendengar putusan hakim, Faiq yang diminta berdiri saat pembacaan amar putusan langsung terjatuh.

Office boy di PT Haniya Khan Shaza Haji dan Umroh Jakarta itu sempat hilang kesadaran hingga terjatuh.

Faiq tersungkur di lantai mimbar sidang di hadapan majelis hakim. Dua petugas langsung memberikan pertolongan. (Tribun Jateng/ Tribun Bali Cetak)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved