PDIP Bali Doakan Ahok di Besakih, Megawati Serukan Kader Jaga Keutuhan Bangsa

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, turut hadir di pura yang berjarak sekitar 2 kilometer di utara Pura Penataran Besakih itu.

PDIP Bali Doakan Ahok di Besakih, Megawati Serukan Kader Jaga Keutuhan Bangsa
Tribun Bali/Saiful Rohim
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, didampingi Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana, serta puluhan kader PDIP se-Bali melakukan persembahyangan di Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (16/11/2016) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Puluhan kader PDI Perjuangan (PDIP) Bali berkumpul untuk melakukan doa dan persembahyangan di Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (16/11/2016) siang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, turut hadir di pura yang berjarak sekitar 2 kilometer di utara Pura Penataran Besakih itu.

Baca: Ahok Ikhlas Status Tersangka, ‘Ingat, 15 Februari Menangkan Kami Satu Putaran’

Baca: Ini Alasan Penetapan Ahok Tersangka Tak Ada Penahanan

Dijelaskan, acara itu digelar untuk kedamaian, keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia, yang kini sedang diuji sehubungan dengan mencuatnya isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) yang berpotensi mengancam keutuhan negara-bangsa.

Doa bersama juga ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, agar mampu melewati berbagai persoalan yang dihadapinya akhir-akhir ini.

Kemarin, Bareskrim Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Kasus tersebut menimbulkan pro-kontra yang sangat tajam di masyarakat dalam waktu hampir dua bulan ini, yang oleh sebagian kalangan dikhawatirkan bisa berpotensi mengancam persatuan dan keutuhan bangsa. 

“Kegiatan doa dan sembahyang bersama merupakan inisiatif dari Ibu Megawati Soekarnoputri, yang diinstruksikan sejak 5 November lalu kepada para kader. Doa dan sembahyang bersama digelar untuk merespon kondisi sosial politik nasional akhir-akhir ini. Mencuatnya isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan, red)  dewasa ini dikhawatirkan bisa mengancam keutuhan bangsa dan pilar demokrasi Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45,” jelas Hasto dalam sambutannya sebelum acara doa bersama dimulai.

Mengenakan pakaian adat Bali serba putih, Hasto Kristiyanto tiba di pura bersama rombongan pengurus PDIP Bali sekitar pukul 11.00 Wita.

Hasto mengatakan, apa yang disampaikannya merupakan titipan pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader PDIP Bali yang hadir.

Hasto mengatakan bahwa Megawati mengimbau kepada para kader PDIP untuk berdoa demi keutuhan bangsa dan negara, yang kini sedang menghadapi ujian dan terancam eksistensinya.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved