Walikota Ditangkap Karena Diduga Bantai 300 Orang

Zetas telah menargetkan serangan mereka terhadap warga kota untuk menemukan para anggota geng yang diduga telah mencuri keuntungan pribadi

Walikota Ditangkap Karena Diduga Bantai 300 Orang
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MEXICO CITY - Sergio Lozano, mantan wali kota Allende, negara bagian Coahuila, Meksiko utara, ditangkap pada Kamis (17/11/2016) karena terkait dengan kasus pembantaian massal.

Lozano diduga berpartisipasi dalam salah satu pembantaian brutal terburuk yang pernah dilakukan oleh kartel obat bius Zetas, kata kantor jaksa agung Coalhuila, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (18/11/2016).

Menurut kantor jaksa agung, Lozano yang menjabat sebagai wali kota kota Allende pada 2011, ditangkap atas tuduhan penculikan, pembunuhan, dan kejahatan lainnya.

Namun, kantor jaksa agung tidak memberikan klarifikasi tentang perannya dalam kasus yang menewaskan sekitar 300 orang di kota Allende dan sekitarnya tersebut.

Seorang juru bicara partai sayap tengah-kanan  di wilayah Coalhuila, yakni Parta Aksi Nasional (PAN), parpol yang mengusung Lozano, juga tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Menurut laporan pemerintah, Zetas telah menargetkan serangan mereka terhadap warga kota untuk menemukan para anggota geng yang diduga telah mencuri keuntungan pribadi dari narkoba.

Laporan itu mengatakan, pembunuhan mungkin diperintahkan oleh mantan bos Zetas, Miguel Angel "Z-40" Trevino, dan saudaranya Omar.

Keduanya telah ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

Laporan yang diterbitkan pada Oktober lalu mengatakan, antara 160 dan 200 anggota geng bersenjata berat, didukung oleh polisi kota, menculik warga Allende.

Sehingga mustahil jika Lozano tidak mengetahui peristiwa mengerikan itu dan pasti masih tetap "terbayangkan” di benaknya.

Hector Moreno, seorang anggota geng Zeta yang melarikan diri ke Texas agat tidak menjadi target anggota geng lainnya, bersaksi bahwa sekitar 300 orang tewas dalam pembantaian itu.

Moreno juga mengatakan Zetas mengirim lima ton kokain per tahun untuk bisa menyeberangi perbatasan Meksiko menuju AS antara tahun 2007 dan 2011.

Dia juga mengatakan, Zetas membayar pemerintah daerah di Coahuila untuk melindungi mereka.(*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved