Tetapkan Ahok Tersangka, Kapolri Sebut Tak Minta Pertimbangan Presiden Jokowi

27 penyelidik yang menangani kasus tersebut sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan

Tetapkan Ahok Tersangka, Kapolri Sebut Tak Minta Pertimbangan Presiden Jokowi
Akhdi Martin Pratama
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/11/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membeberkan penetapan status tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tanpa berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami melihat, diskusi, dan intelijen memberi masukan lebih baik digulirkan meski dengan risiko," ujar Tito saat berpidato dihadapan jemaah majelis taklim Masjid Jami Al-Riyadh, Kwitang, Jakarta Minggu (20/11/2016).

"Sehingga, mengambil keputusan tanpa ada konsultasi ke mana pun tanpa ke pimpinan," imbuhnya.

Tito menjelaskan, ada 27 penyelidik yang menangani kasus tersebut sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pemeriksaan pun dilakukan terhadap 69 orang yang terdiri atas pelapor, saksi ahli pelapor dan saksi ahli terlapor, termasuk terlapor itu sendiri.

Untuk menghemat waktu, bahkan Bareskrim Polri mengambil langkah inisiatif dengan mendatangi sejumlah ahli yang berada di daerah.

Penyelidik khawatir jika dipanggil ke Jakarta, para ahli itu tidak hadir sehingga memperlambat pengusutan perkara.

"Hasilnya, saksi ahli juga terjadi perbedaan. Tapi masalah hukum beda pendapat, wajar," ucap Tito.

"(Ahli) bahasa ada ikut ahli bahasa yang ini. Keputusan tidak bulat, tapi tetap menaikkan ke penyidikan, tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Penulis: Dani Prabowo

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved