Remaja Australia Ditangkap di Kuta, Julie Bishop Langsung Keluarkan Peringatan Keras
Julie Bishop mengeluarkan peringatan bagi anak muda Australia yang hendak bepergian ke luar negeri.
Penulis: Eviera Paramita Sandi | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM – Usai penangkapan remaja asal Australia Jamie Murphy (18) di sebuah kelab malam di Kuta, Bali, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengeluarkan peringatan bagi anak muda Australia yang hendak bepergian ke luar negeri.
Mengingat seorang remaja kini ditahan di Bali karena diduga memiliki tas berisi bubuk putih.
Dikutip dari news.com.au, Bishop telah mengutus seseorang dari departemen luar negeri untuk bertemu dengan Murphy hari ini.
Utusan di Canberra juga telah mengontak keluarga Murphy di Perth.
Baca: Teman-Teman Remaja Australia Yang Ditangkap di Kuta Marah, Skygarden Bantah Dengan Video CCTV

Foto yang diunggah di Facebook memperlihatkan apa yang dikatakan teman Jamie Murphy bahwa ada rekayasa terkait serbuk putih yang ditemukan dalam tas
Baca: ABG Australia Ditangkap di Kuta, Menlu Julie Bishop Kirim Utusan ke Bali
Baca: ABG Asal Australia Ditangkap di Kuta Karena Diduga Miliki Putaw
"Kami memberikan apapun dukungan konsuler dan saran yang kami bisa melalui perwakilan hukum dan apapun bantuan yang dapat kami sediakan pada tahap ini," kata Bishop kepada Seven Network pagi ini.
“Melalui pengacara Indonesia yang dapat dilakukan dalam tiga hari” lanjutnya.
Menurutnya ia bisa ditahan selama tiga hari atau lebih saat penyelidikan dilakukan dari situ akan diputuskan apakah pihaknya akan memasukkan seseorang (bantuan hukum) atau tidak.
"Saya harus mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan para remaja khususnya yang pergi ke luar negeri untuk liburan akhir sekolah. Mengingatkan mereka untuk tunduk pada hukum di negara yang mereka kunjungi.

Jamie Murphy menutupi wajahnya dari kamera wartawan
"Ketika Anda meninggalkan Australia, sistem hukum Australia dan sistem dukungan Australia maka anda adalah subjek hukum di negara lain."
Meskipun Murphy digambarkan sebagai “schoolie” (Sebutan anak muda kelas 12 di Australia) namun pihak Australia Barat memastikan ia tidak lulus tahun ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bishop_20161123_172239.jpg)