‘Kok di Belakang Terasa Ringan?’, Ida Ayu Sariani Tergeletak di Jalan Tak Sadarkan Diri
Wanita asal Banjar Anggara Kasih, Desa Sanur Kaja, Denpasar, Bali itu tiba-tiba terjatuh dari motor saat berboncengan dengan suaminya
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wita merasa janggal saat sedang melewati SD Hyang Batu, ia merasa jok belakang motor terasa ringan dan seperti tidak membonceng seseorang.
Ida Ayu Sariani (65) terbaring tak sadarkan diri di IGD RSUP Sanglah ditemani suaminya, Ida Bagus Putu Wita (65).
Wanita asal Banjar Anggara Kasih, Desa Sanur Kaja, Denpasar, Bali itu tiba-tiba terjatuh dari motor saat berboncengan dengan suaminya saat dalam perjalanan menuju Griya Hyang Batu.
Wita mengatakan, peristiwa bermula saat ia tengah mengendarai motor dan membonceng istrinya yang membawa bebantenan menggunakan keranjang banten.
Kedua tangan Sariani memegang banten pengabenan pesanan dari pedanda.
Wita merasa janggal saat sedang melewati SD Hyang Batu, dimana ia merasa jok belakang motor terasa ringan dan seperti tidak membonceng seseorang.
"Kok di belakang terasa ringan, jadi saya langsung berhenti di pinggir jalan untuk mengecek," ujar Wita, Jumat (25/11/2016).
Wita terkejut saat melihat Sariani sudah tergeletak tidak sadarkan diri di jalan dengan bebantenan di sampingnya.
Wita segera menghampiri dan mencoba membangunkannya, namun Sariani tetap tak kunjung sadar.
Warga yang melihat pasutri tersebut langsung menghubungi Pusdalops BPBD Denpasar dan langsung mengevakuasi Sariani ke IGD RSUP Sanglah.
"Katanya kepala belakangnya luka, telinganya saya lihat sudah berdarah tadi," ujar Wita terlihat khawatir dengan mata berkaca-kaca dan nada suara sedikit menurun.
Petugas medis sempat melakukan tindakan memompa jantung pada dada Sariani.
Sementara itu, Wita juga mengatakan belum bisa menghubungi anaknya yang masih bekerja di sebuah hotel di Nusa Dua.
"Saya belum bisa menghubungi anak saya soalnya tidak tahu nomornya, tadi ada keponakan saya yang katanya menelepon anak saya biar ke sini," kata pria yang rambutnya mulai dipenuhi uban tersebut.
Wita mengatakan Sariani akan menjalani CT Scan untuk mengetahui luka kepalanya karena bagian belakang sempat terbentur aspal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sariani-saat-dievakuasi_20161126_110414.jpg)