Pejabat di Klungkung Ke Pelabuhan Gunaksa Namun Gelombang Tinggi Dan Kapal Bergoyang

Kapal roro Nusa Jaya Abadi tidak dapat bersandar dengan mulus di Pelabuhan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Pejabat di Klungkung Ke Pelabuhan Gunaksa Namun Gelombang Tinggi Dan Kapal Bergoyang
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Suasana uji coba ke II Dermga Gunaksa di Eks Galian C, Desa Gunaksa, Klungkung, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Setelah sempat tertunda, uji coba ke II Pelabuhan Gunaksa di Eks Galian C akhirnya akhirnya dilakukan Senin (28/11/2016).

Namun tidak seperti uji coba sandar awal bulan Juni lalu yang menggunakan kapal Roro Nusa Jaya Abadi, kali ini uji coba sandar dilakukan menggunakan kapal LCT Surya Agung 2 yang biasa melayani angkutan barang dari Pelabuhan Padang Bai Menuju Nusa Penida.

"Kapal Roro Nusa Jaya Abadi sedang bawa muatan. Tapi hal ini tidak jadi masalah, kalau kapal ini bisa bersandar saya pikir kapal Roro juga bisa. Kalau Gelombang saya rasa hari ini cukup tinggi," Ujar Kadishub Klungkung, I Nengah Sukasta, ketika ditemui di lokasi uji coba, Senin (28/11/2016)

Uji coba dimulai sekitar pukul 09.45 Wita.

Kondisi gelombang saat uji coba terpantau cukup tinggi.

Selain Dishub Klungkung, uji coba tersebut juga dihadiri Kadishub Provinsi Bali, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana ,SH.MH.

Saat uji coba sandar, goyangan terasa cukup keras.

Bahkan, tali cross kapal yang mengikatkan kapal pada border, sempat terputus saat kapal bergoyang akibat gelombang tinggi.

Namun, uji coba kembali dilakukan dengan mengganti tali tersebut.

Uji coba ke II dilakukan setelah Pelabuhan Gunaksa diujicoba pertama pada bulan Juni lalu, atau pasca ditetapkanya pelabuhan Gunaksa sebagai Pelabuhan antar Provinsi oleh Kementrian Perhubungan.

Saat pelaksanaan uji coba tersebut,  kapal roro Nusa Jaya Abadi  tidak dapat bersandar dengan mulus di Pelabuhan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Hal ini pun telah ditindak lanjuti, dengan mempertemukan pihak operator Kapal Roro Nusa Jaya Abadi dan pihak konsultan pembangunan pelabuhan Gunaksa.

Dari pertemuan tersebut, sempat terbeberkan kelemahan dari Pelabuhan Gunaksa, seperti posisi pelabuhan Gunaksa yang tepat di depan pintu masuk pelabuhan Gunaksa dan jarak yang terlalu dekat (kurang lebih 100 meter), sehingga membuat efek gelombang dan ombak pantai langsung mengenai kapal. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved