OJK Mencatat Konsumen Keluhkan Perbankan di Bali Ca[ai 87,1 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali - Nusa Tenggara mencatat ada 147 pengaduan dan layanan informasi sejak Januari - September 2016.

OJK Mencatat Konsumen Keluhkan Perbankan di Bali Ca[ai 87,1 Persen
pontianak.tribunnews.com
Ilustrasi perbankan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali - Nusa Tenggara mencatat ada 147 pengaduan dan layanan informasi sejak Januari - September 2016.

Jika dipilah, pada periode tersebut ada 31 pengaduan dengan persentase 21,09 persen, dan 116 layanan informasi dengan persentase 78,91 persen.

Untuk pengaduan konsumen berdasarkan sektor, didominasi pengaduan terkait sektor perbankan hingga 87,1 persen.
Disusul pengaduan terkait industri keuangan nonbank (IKNB) sebesar 12,9 persen.

“Sementara pengaduan ihwal pasar modal masih nol persen,” jelas Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Nasirwan, kepada Tribun Bali, Senin (28/11/2016).

Lanjutnya, berdasarkan pengaduan tentang perbankan tersebut, 52 persen mengenai kredit dan lelang, 10 persen mengenai produk simpanan, dan 25,1 persen pengaduan lain-lain.

“Nah yang 25,1 persen ini misalkan saja terkait dengan pembayaran menggunakan kartu, status SID, pelayanan dan sebagainya,” imbuhnya.

Nasirwan mengamini pengaduan ke OJK, didominasi tentang pengaduan masalah perbankan.

“Ini biasanya dari nasabah bank, lebih banyak pengaduan tentang bank umum dibandingkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Lebih banyak pengaduan tentang bank, karena nasabah dan pengguna jasa keuangan ini lebih banyak dibanding jasa keuangan lainnya,” tegasnya.

Meski demikian, jumlah ini menurun signifikan, karena OJK mendorong agar masing-masing bank memperbaiki kualitas pelayanan, khususnya pada pelayanan pengaduan.

“Kami mendorong agar lebih sedikit orang komplain ke OJK, jadi bisa diselesaikan di level internal banknya dulu atau selesai pada tahap pertama,” cetusnya.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved