Korban Selamat di Tragedi Pesawat Chapecoense Ceritakan Situasi Genting Sebelum Maut Datang

Erwin Tumiri, mengisahkan mengapa ia bisa selamat dari tragedi pesawat jatuh tersebut.

Korban Selamat di Tragedi Pesawat Chapecoense Ceritakan Situasi Genting Sebelum Maut Datang
ZUMAPRESS.COM/TNS

TRIBUN-BALI.COM - Kru pesawat nahas yang mengangkut pemain tim Brasil, Chapecoense Real, yakni Erwin Tumiri, mengisahkan mengapa ia bisa selamat dari tragedi pesawat jatuh tersebut.

Tumiri, asal Bolivia ini, mengisahkan dirinya luput dari maut karena mengikuti instruksi keselamatan dalam keadaan genting.

"Banyak orang berdiri dan berteriak saat pesawat tidak stabil. Saya meletakkan koper di antara kaki dan berada dalam posisi aman yang dianjurkan," ujar sang teknisi, seperti dilansir BBC.

Tumiri adalah satu dari 6 penumpang selamat dari tragedi kecelakaan pesawat yang mengangkut awak klub Brasil, Chapecoense.

Ia dan korban selamat menjalani perawatan intensif dengan mengalami kondisi yang bervariasi.

Pesawat bernomor penerbangan LMI2933 yang dicarter Chapecoense mengalami kecelakaan tragis dalam perjalanan menuju Medellin, Kolombia, Selasa (29/11/2016) siang WIB.

Mereka lepas landas dari Santa Cruz, Bolivia, untuk melakoni laga final pertama Copa Sudamericana lawan Atletico Nacional pada Rabu (30/11/2016).

Berdasarkan data awal penerbangan, pesawat jenis British Aerospace (BAE) 146 yang nahas itu membawa total 81 penumpang.

Namun, empat orang di antaranya gagal berangkat karena terganjal perizinan, sehingga ada 77 penumpang yang ikut serta. Korban meninggal mencapai 71 orang.

Enam penumpang yang selamat mengalami cedera berat.

Tiga dari mereka adalah pemain Chapecoense, yakni bek Alan Ruschel (27) dan Helio Zampier Neto (31), serta kiper Jackson Follmann (24). (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved