Tahun Ini Imigrasi Ngurah Rai Sudah ‘Usir’ 20 WNA Yang Terlibat Kejahatan Seksual

"Mereka itu kan ada perkumpulannya. Dan jumlah ini memang jauh berkurang, kemungkinan tahu bahwa Indonesia tidak bisa dimasuki oleh mereka"

Tahun Ini Imigrasi Ngurah Rai Sudah ‘Usir’ 20 WNA Yang Terlibat Kejahatan Seksual
Net
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai menolak izin masuk warga negara Amerika Serikat berinisial JDD (71).

Warga negara Amerika Serikat itu ditolak karena terlibat aksi kejahatan seksual atau paedofil di negaranya.

Ternyata, selain JDD pihak Imigrasi Ngurah Rai sudah pernah melakukan penolakan kurang lebih hampir 20 kali dalam setahun ini.

"Kemungkinan sekitar 15 hingga 20 kali kami sudah melakukan penolakan dalam kasus yang sama," kata Kepala Imigrasi Kelas I khusus Ngurah Rai, Bali, Ari Budijanto, Senin (5/12/2016).

Penolakan itu dilakukan oleh pihaknya sesuai data yang sudah di cap merah.

Dibandingkan tahun 2015  atau sebelumnya jumlah ini sudah jauh berkurang.

Jika saat ini hanya 20an, tahun lalu hampir 90 penolakan dilakukan di Ngurah Rai.

"Mereka itu kan ada perkumpulannya. Dan jumlah ini memang jauh berkurang, kemungkinan tahu bahwa Indonesia tidak bisa dimasuki oleh mereka (pelaku kejahatan seksual)," jelas Ari.

Ari mengakui, untuk penolakan sejauh ini tidak hanya dari Amerika.

Tapi hampir dari seluruh penjuru dunia.

Dan yang terakhir ialah warga negara Amerika berinisial JDD (71) yang ditolak usai berangkat dari negaranya dan ke Bali via penerbangan China. 

Dia menumpangi pesawat Xianmen Air (MF891) dari Xianmen China dan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali Minggu, 4 Desember 2016 pukul 23.47 Wita.

Ia pun sudah dipulangkan menggunakan pesawat Xiamen Air MF892 pada 5 Desember 2016 pukul 01.00 WITA.

"Kami tolak karena sesuai data pernah terlibat kejahatan seksual. Dan kami memang tidak ambil resiko, karena itu dapat meresahkan masyarakat," ujarnya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved