Siswa Kelas 3 SD Ingin Jadi Ketua Geng di Bali, Berani Penjara Bu, Asal Satu Minggu Saja Ya!

Dari beberapa kasus yang ia tangani selama 4 bulan terakhir, ditemukan kasus anak kelas 3 SD mencuri sebanyak 7 kali

NET
Ilustrasi siswa SD 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gede Budi Astawa tidak habis pikir terkait pemikiran remaja dan anak-anak muda Bali yang terlibat sindikat narkoba oleh organisasi tertentu di Bali.

Dominan remaja dan anak-anak muda Bali ini dijadikan kurir.

Dari beberapa kasus yang ia tangani selama 4 bulan terakhir, ditemukan kasus anak kelas 3 SD mencuri sebanyak 7 kali.

Bahkan, bocah kelas 3 SD itu mengaku pada Gede Budi Astawa bercita-cita menjadi ketua geng di Bali.

Ada juga anak yang memang ditugaskan menjadi kurir narkoba oleh organisasi tertentu.

“Kalau seperti contoh baru, sabtu (10/12/2016) kemarin kami menemukan anak kelas 3 SD mencuri sebanyak 7 kali. Anak ini broken home,” ucap Gede Budi Astawa.

“Selain itu kami juga mengadakan konseling kepada anak berusia 17 tahun yang merupakan anggota geng motor,  ia diminta membawa narkoba,” jelasnya.

“Anak tersebut dari kecil sudah direkrut, diberikan kedudukan sebagai koordinator lapangan (korlap). Ini agar anak tersebut bangga akan posisinya, ini kan sudah berbahaya sekali jadi ada indikasi sekarang anak-anak dilibatkan dalam sindikat narkoba,” ujarnya.

Pria yang tergabung dalam Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dharma Negara Kota Denpasar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ini mengatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat marak terjadi di Bali.

“Dalam 4 bulan terakhir sudah ada hampir 10 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan ini akan berdampak pada psikologis anak,” jelasnya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Renon, Denpasar, Minggu (11/12/2016).

Halaman
12
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved