Komite Basel Nilai Regulasi Sektor Perbankan Indonesia Capai Tingkat Optimal

Regulasi perbankan Indonesia telah sesuai dengan standar perbankan internasional yang berlaku

Komite Basel Nilai Regulasi Sektor Perbankan Indonesia Capai Tingkat Optimal
Tribun Bali
Petugas Teller Bank BNI menunjukan mata uang asing saat melayani nasabah di Kantor Cabang Area Denpasar, Renon, Rabu (4/2/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan (Basel Committee on Banking Supervision/BCBS) pada pertemuan akhir November lalu di Santiago, Chile menetapkan hasil penilaian Program Penilaian Konsistensi Peraturan (RCAP/Regulatory Consistency Assessment Program) terhadap regulasi sektor perbankan di Indonesia dengan nilai Compliant (C), untuk RCAP LCR (Liquidity Coverage Ratio) dan Largely Compliant (LC) untuk RCAP Capital.

“Penilaian tersebut merupakan tingkat optimal, terhadap penilaian konsistensi regulasi di bidang perbankan di Indonesia saat ini,” kata Mulya E. Siregar, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, (14/12/2016).

Grading C untuk LCR, kata dia, merupakan grading tertinggi.

Sementara grading LC untuk Capital merupakan grading tertinggi kedua di bawah grading C.

“Hasil tersebut merupakan hasil optimal yang dapat diraih Indonesia saat ini, karena untuk aspek Capital Indonesia memilih untuk mengutamakan kepentingan nasional yang lebih besar, yaitu dengan mempertahankan pengenaan bobot risiko 0% untuk SUN (Surat Utang Negara) dalam denominasi mata uang asing (sementara sesuai kerangka Basel, eksposur tersebut dikenakan bobot risiko berdasarkan country rating Indonesia yaitu 50%),” jelasnya.

Serta pengenaan bobot risiko untuk tagihan kepada pegawai dan pensiunan, dengan bobot risiko 50% (sementara sesuai kerangka Basel eksposur tersebut dikenakan bobot risiko 75%) dengan pertimbangan bahwa tagihan tersebut merupakan tagihan yang dijamin sehingga risikonya lebih rendah dibandingkan dengan tagihan lain.

Hasil ini, membuktikan regulasi perbankan Indonesia telah sesuai dengan standar perbankan internasional yang berlaku.

Diharapkan dengan hasil  ini, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap operasional perbankan di Indonesia.

Selain itu, imbuh dia, hal ini akan memberikan kemudahan bagi perbankan Indonesia dalam mengembangkan aktivitasnya maupun dalam bertransaksi secara lintas batas.

Serta meningkatkan kepercayaan stakeholders, termasuk investor dalam bertransaksi dengan perbankan Indonesia karena terjamin keamanannya dalam melakukan kegiatan operasional yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang sejalan dengan standar perbankan internasional yang berlaku.

RCAP dilakukan terhadap seluruh negara anggota BCBS (28 yurisdiksi), termasuk Indonesia.

RCAP merupakan proses penilaian yang dilakukan oleh BCBS, dimaksudkan untuk melihat konsistensi regulasi perbankan yang dikeluarkan oleh otoritas suatu negara dengan standar perbankan internasional yang diterbitkan oleh BCBS. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved