Bagian/SMF Anestesi RSUP Sanglah Gelar Bakti Sosial Penanganan Nyeri Intervensional

Antusiasme para peserta terlihat sangat luar biasa bahkan sebelum tindakan dimulai

Bagian/SMF Anestesi RSUP Sanglah Gelar Bakti Sosial Penanganan Nyeri Intervensional
Tribun Bali/Ady Sucipto

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Departemen / SMF Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Unud / Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar kembali melakukan sumbangsihnya dalam pelayanan kesehatan bakti sosial kepada masyarakat. Saat ini yang beruntung mendapatkan kunjungan bakti sosial adalah Puskesmas 1 Denpasar Timur. Fasilitas kesehatan primer yang tidak jauh dari RSUP Sanglah, dengan melibatkan para ahli di bidang penanganan nyeri interventional untuk menangani pasien yang memiliki keluhan nyeri berat kronis.

Hal ini tentunya sangat menguntungkan dari segi pelayanan kesehatan, karena menangani nyeri dengan baik dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, meningkatkan produktifitas bahkan memperpanjang umur seseorang.

Tim yang terdiri dari para ahli; dr Tjahya Aryasa EM SpAn, dr I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa SpAn KAR FIPM, dr IMG Widnyana SpAn MKes KAR, dan Dr dr Tjok Gde Agung Senapathi SpAn KAR melakukan berbagai macam tindakan penanganan nyeri intervensional kepada 26 pasien yang memiliki keluhan Nyeri Kronis yang sudah membandel. 

Antusiasme para peserta terlihat sangat luar biasa bahkan sebelum tindakan dimulai, dengan proses tanya jawab yang mengalir sangat aktif ketika penjelasan awal terkait masalah nyeri pada persendian yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien yang terdaftar sebagai peserta bakti sosial ini. 

 Tampak segera setelah injeksi dilakukan, raut wajah berubah dari nyeri menjadi tidak nyeri. Satu diantaranya adalah Darmoro Suwondo (72) pasien yang tinggal di Jalan Kecubung, Gang Merak Nomor 36. Usai mendapatkan tindakan ia pun kini telah sembuh yang semula mengalami sakit nyeri di bagian pinggul yang sangat mengganggu.

"Setelah kemarin mendapatkan penanganan dari dokter, dengan menyuntikan obat di saraf yang sakit nyeri saya hilang dan nggak sakit lagi saat berjalan," ucap Darmoro tersenyum.

Kegiatan ini mendapatkan kunjungan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini MKes beserta jajaran.

“ Ini merupakan acara yang sangat bagus, artinya membantu masyarakat terutama prolanis yakni program pengolahan penyakit kronis yang ada di puskesmas tersebut. Ilmu kesehatan sendiri terus berkembang sudah tentu ini menjadi pilihan yang baik jika dibandingkan dengan pengobatan konvensional sendiri” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Sri Armini M.Kes.

“Harapan kita, ini bisa lebih sering diadakan karena ini menyasar langsung kepada masyarakat dan dengan lebih sering diadakan maka dapat lebih tersosialisasi kepada masyarakat karena selama ini masyarakat hanya mengetahui pengobatan konvensional saja sedangkan penanganan nyeri intervensional ini belum tersosialisasi secara luas “ lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar tersebut. 

Penjelasan terkait kegiatan dan tindakan yang dilakukan, disampaikan secara kasual, namun tetap terfokus oleh dr I Gede Budiarta SpAn KMN. Penjabaran diberikan secara faktual dengan melihat langsung proses tindakan penanganan nyeri. Hasil tindakan tersebut terlihat nyata secara langsung sebelum dan setelah pasien menjalani prosedur penanganan nyeri regional.

Bakti sosial yang berlangsung selama 5 jam sejak pukul 08.00 Wita, merupakan persembahan dari Departemen/SMF Anestesiologi dan Terapi Instensif FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar dalam rangka ikut ambil bagian dari Millennium Development Goal (MDP). Hal ini tentunya menjadi sebuah kado manis di akhir tahun 2016 bagi penduduk Denpasar Timur dalam hal pelayanan kesehatan.

dr IGN Mahaalit Aribawa SpAn KAR FIPM menuturkan, sebagai institusi pendidikan FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar menjalankan Tri Darma yang terdiri dari Pendidikan, penelitian dan  pengabdian ke masyarakat.

"Kita kan dari institusi pendidikan ada Tri Darma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Nah kita sebagai institusi pendidikan wajib hukumnya melakukan pengabdian masyarakat," ucap dr Alit.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Bali namun bukan merupakan yang terakhir kali dilakukan oleh Departemen/SMF Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar. Ke depannya kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan dengan menargetkan pada tempat berbeda.

Kegiatan bakti sosial tersebut mendapat dukungan penuh dari dr Ketut Sinardja SpAn KIC, Kepala Bagian/SMF Anastesi dan Terapi Intensif RSUP Sanglah. Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mulia sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. "Tentu tidak berhenti di sini. Kami rencanakan, ke depan kami akan lakukan lagi," katanya. (adv/uci)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved