Indonesia Kekurangan 190 Ribu Sarjana Teknik Hingga 2019

Minimnya minat dan ketersediaan Program Studi Ilmu Teknik, membuat Indonesia kekurangan jumlah lulusan sarjana dari bidang ini.

Surya Malang
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SENAYAN - Minimnya minat dan ketersediaan Program Studi Ilmu Teknik, membuat Indonesia kekurangan jumlah lulusan sarjana dari bidang ini.

Data dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenriset Dikti) menyebutkan, hingga 2019 mendatang, Indonesia kekurangan 190.997 lulusan sarjana Teknik S1 dan D3.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, tren kekurangan jumlah lulusan sarjana teknik akan terjadi setiap tahun mulai dari 2016.

"Tahun ini untuk S1 kita butuh 34.981 lulusan, dan D3 55.855. Sementara, ketersediaan S1 Teknik hanya 17.092 dan D3 5.046," kata Ali di Gedung Kemenriset Dikti, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).

Sedangkan untuk 2017, menurut Ali, akan ada 72.895 lulusan Sarjana Teknik S1, sementara ketersediaan SDM hanya sekitar 18.273.

Lebih parah lagi, ketersediaan lulusan D3 hanya sekitar 5.111, sementara kebutuhan mencapai 117.915 lulusan.

Tahun depan, kebutuhan lulusan S1 Teknik sebanyak 87.753, dan D3 144.086. Sementara, ketersediaan jumlahnya begitu timpang, yakni hanya 19.454 untuk S1 dan 5.176 untuk D3.

"Jadi, pada 2019 akan ada sekitar 190 ribu sarjana, baik S1 dan D3 yang dibutuhkan, sementara ketersediaannya ada 20.635 untuk S1 dan 5.242 SDM," kata dia.

Ali mengatakan, jumlah kebutuhan dan ketersediaan lulusan sarjana teknik tersebut dikalkulasi dari 15 program studi, yakni Teknik Arsitektur, Dirgantara, Elektro, Fisika/Elektronika, Geodesi, Geologi, Industri, dan Informatika.

Ada juga Teknik Kelautan, Kimia, Linkungan, Mesin, Perminyakan, Sipil, dan Planologi. (Wartakotalive.com/ Acep Nazmudin)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved