‘Saya Mendengar Jeritan, Darah Berceceran, Puluhan Korban Tersungkur di Jalan’

Dia mendeskripsikan keadaan yang begitu menakutkan, saat dia melihat truk hitam besar mengarah kepadanya, dan kemudian menabrak keramaian

‘Saya Mendengar Jeritan, Darah Berceceran, Puluhan Korban Tersungkur di Jalan’
JOHN MACDOUGALL / AFP
Sejumlah aparat kepolisian tengan memeriksa truk yang dipakai untuk menabrak sebuah pasar malam yang menjual keperluan Natal di pusat Kota Berlin, Senin (18/12/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, BERLIN - "Dia tak mau berhenti, pengemudi itu terus melajukan kendaraannya,' ungkap seorang wisatawan di Kota Berlin, Jerman, usai serangan teror menggunakan truk, Senin (19/12/2016).

Seperti yang telah diberitakan, aksi teror dilakukan dengan menabrakkan truk ke kerumunan orang yang memadari pasar yang menjual perlengkaan Natal.

Hal itu menyebabkan sembilan orang tewas, 50 terluka, yang empat di antaranya dalam kondisi kritis. 

Seorang warga Australia Trisha O'Neill sedang duduk hanya beberapa meter dari lokasi penabrakan.

Dia mendeskripsikan keadaan yang begitu menakutkan, saat dia melihat truk hitam besar mengarah kepadanya, dan kemudian menabrak keramaian di depan matanya. 

Baca: Teror Mengerikan Berlin Mirip Serangan di Nice, Seluruh ‘Pasar Natal’ Dijaga Ketat

Baca: LAGI,Teror Truk Tabrak Warga di Pasar Natal Berlin

"Kami duduk hanya beberapa meter dari titik tabrakan. Saat kami sedang menikmati wine, tiba-tiba 'boom', terdengar suara tabrakan keras," ungkap dia kepada the Australian Broadcasting Corporation.

"Lalu saya melihat sebuah truk hitam besar melaju kencang menabrak sekian banyak orang, dan kemudian seluruh lampu mati dan semuanya hancur," kata dia.  

"Saya bisa mendengar dengan jelas suara jeritan, dan kami semua terpaku. Setelah itu, barulah orang-orang bergerak. Memindahkan dan mengangkat puing yang menimpa para korban," kata dia.

"Kami mencoba menolong siapa pun yang ada di sana," ujar peremepuan itu seperti dikutip AFP.

"Darah dan tubuh manusia bergelimangan di mana-mana," kata dia lagi.  

Sejumlah ambulan dan kendaraan berat aparat keamanan sesaat kemudian bermunculan di lokasi kejadian.

Lokasi itu tak jauh dari areal perbelanjaan di Berlin yang banyak dikunjungi turis.  

Seorang pelajar berkebangsaan Tunisia menggambarkan adegan pembantaian yang menyambutnya ketika ia tiba di lokasi.

Saat itu truk telah berhenti setelah melaju kencang dan menghancurkan kawasan itu. 

"Kami tiba di sini sesaat setelah aksi itu. Saya masih menyaksikan banyak orang tersungkur di atas jalan. Saya tak merasa aman lagi di sini," kata dia. 

Pasar kebutuhan menjelang Natal adalah kegiatan yang populer di Jerman.

Banyak lapang menyediakan anggur tradisional, pernak-pernik meriah, dan makanan untuk mengisi musim dingin.

Namun kali ini, pasar tersebut berubah menjadi tempat yang menyeramkan, kurang dari seminggu sebelum perayaan Natal. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved