Musim Belanja Natal, Beras Plastik Kembali Ditemukan

Menurut dia, beras itu menjadi amat lengket setelah dimasak. "Jika di makan, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi,"

Musim Belanja Natal, Beras Plastik Kembali Ditemukan
BBC
Tumpukan karung berisi beras plastik yang masing-masing seberat 25 kilogram. 

TRIBUN-BALI.COM, LAGOS - Otoritas di Nigeria menyita 102 karung beras plastik yang diselundupkan oleh pengusaha setempat.

Kepala Bea Cukai di Lagos Haruna Mamudu, mengatakan, beras palsu itu semula direncanakan bakal dijual di pasar pada musim belanja Natal hingga akhir tahun.

Menurut dia, beras itu menjadi amat lengket setelah dimasak.

"Jika di makan, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi," kata dia.

Tidak jelas dari mana sumber beras plastik tersebut.

Namun tahun lalu, beras yang terbuat dari butir plastik itu ditemukan di China.

Di Indonesia juga sempat berkembang isu tentang beredarnya beras plastik di pasaran pada pertengahan 2015 lalu.

Namun belakangan kepolisian membantah keras isu tersebut.

Beras merupakan pangan yang paling populer di Nigeria dan merupakan satu-satunya yang digunakan secara meluas oleh berbagai etnik di negara itu.

Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengetahui apakah sempat ada beras plastik yang sudah terjual.

Pihak bea cukai mengatakan, 'sabotase ekonomi' ini dilakukan oleh orang yang melihat masa belanja Natal yang sibuk sebagai peluang untuk kegiatan bisnis yang melanggar hukum.

Mamudu menambahkan, tidak ada tanggal produksi di karung-karung beras, yang masing-masing berisi 25 kilogram, dengan merek 'Best Tomato Rice' atau Beras Tomat Terbaik, tersebut. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved