Natal dan Tahun Baru
Waspada! Ini 6 Titik Rawan Laka Lantas dan 24 Titik Jalan Rusak di Jembrana
Pasalnya, 6 titik rawan kecelakaan lalu-lintas (Laka lantas) dan 24 titik jalan rusak terpantau tersebar mulai dari Kecamatan Pekutatan
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2017 kali ini jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk masih rawan dilintasi.
Pasalnya, 6 titik rawan kecelakaan lalu-lintas (Laka lantas) dan 24 titik jalan rusak terpantau tersebar mulai dari Kecamatan Pekutatan hingga Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.
"Kami memang sudah persiapan menghadapi angkutan Nataru 2017 kali ini. Begitu pula dengan operasi Lilin Agung 2016 yang dimulai pada hari ini," ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Nyoman Sukadana ketika ditemui di Polres Jembrana, Jumat (23/12/2016).
Mengantisipasi angkutan Nataru 2017, kata dia, pihaknya Jumat kemarin telah memasang spanduk-spanduk himbauan keselamatan berlalu-lintas di sejumlah titik.
Selain itu, 4 Pos Pengamanan dan 1 Pos Pelayanan juga dibangun Polres Jembrana guna mengantisipasi keamanan, keselamatan dan ketertiban masyarakat (kamseltibmas) selama perayaan Nataru 2017.
Saat ini, kata dia, kondisi jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk memang memperihatinkan sehingga cukup rawan dilintasi.
Menurut pemetaan pihaknya, setidaknya ada 24 titik jalan rusak yang membentang dari Kecamatan Pekutatan hingga Kecamatan Melaya.
Kerusakan terparah terjadi di 7 titik yang 6 diantaranya berada di Kecamatan Melaya.
6 titik tersebut yakni; KM 104-105 atau di Jembatan Tukadaya, Desa Tukadaya, KM 109-110 atau di jembatan Indrakusuma, Desa Candikusuma, KM 110-111 atau di jembatan Persil, Desa Melaya, KM 114-115 atau di jalan Melaya Pantai, Desa Melaya, KM 116-117 atau di SPBU Banjar Sumbersari, Desa Melaya dan KM 119-121 di jalan Banjar Klatakan, Desa Melaya.
Titik terakhir ada di KM 94-96 jalan Sudirman, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana.
Sedangkan, untuk zona rawan Laka lantas tersebar di 6 titik.
Pertama di KM 66 di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan atau dikenal dengan tikungan Rudias dengan kondisi tikungan menanjak disertai aspal yang bergelombang. Kedua ada di KM 82-84 di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Ketiga di KM 74-75 di Banjar Yeh Satang, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo.
Titik keempat yakni; KM 90-92 di Banjar Sebual, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana.
Kelima di KM 96-98 di jalan Udayana, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Keenam, ada di KM 115-116 di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya berupa tikungan panjang menanjak disertai dengan aspal yang bergelombang dan berlobang di sejumlah titik.
"Titik-titik rawan ini tersebar di masing-masing Polsek Jajaran. Kami juga sudah bersurat kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti kondisi jalan yang rusak ini, apalagi ini sudah angkutan Nataru," tandas Sukadana Jumat kemarin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jln-rusak-jrmbrana_20161224_140709.jpg)