Breaking News:

Jari Kelingking Hancur, Komang Ardana: Saya Pasrah Kalau Diamputasi!

Peristiwa nahas itu berawal ketika Ardana asik menikmati letusan mercon yang dipegangnya

Penulis: I Made Argawa | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Tergolek lemas di ruangan Bougenville nomor 4 BRSUD Tabanan, I Komang Ardana warga yang tinggal di Banjar Puseh, Desa Dauh Puri, Kecamatan Kediri harus menjalani perawatan karena jari kelingking kanannya hancur akibat kecelakaan saat bermain mercon pada malam pergantian tahun (31/12/2016).

Peristiwa nahas itu berawal ketika Ardana asik menikmati letusan mercon yang dipegangnya.

Namun, letusan yang terakhir tidak muncul dan sempat ditunggu beberapa detik hingga seketika meletus ke bawah dan mengenai tangannya.

"Awalnya lancar saat saya pegang, namun pada letusan terakhir tidak mau meledak ke atas, malah  meledak ke bawah seketika itu mengenai tangan. Saya merasa panas dan lemas," katanya, Minggu (1/1/2017).

Bocah asal Banjar Buluh, Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng itu langsung ditolong oleh adiknya, I Kadek Agus Juliana (16) dan dibawa ke IGD BRSUD Tabanan.

"Kakak saya mau dijadwalkan operasi. Namun tidak jadi dan hanya dibersihkan. Hanya saja kami diminta menunggu sepekan jika kelingking tidak bisa digerakan akan dilakukan amputasi oleh dokter," terang Juliana.

Atas kondisi yang dialaminya, Ardana mengaku pasrah jika kelingking kanannya akan diamputasi.

"Saya pasrah bagaimana baiknya nanti, saya kapok untuk kedepannya saya ingin berhati-hati dengan tidak memegang kembang itu," ujar Ardana yang menyebutkan dirinya masih menahan perih akibat luka.

Selain Ardana, ada empat orang lain yang menjadi korban dari bermain kembang api dan mercon di Tabanan yang dibawa ke BRSUD Tabanan.

Empat orang tersebut adalah, I Wayan Raditya (9), Yayuk (32) warga di Perumahan Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri mata kirinya terkena serpihan mercon.

Pasien lain yang datang ke BRSUD Tabanan pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 wita yakni, I Gusti Made Arta (11) dan  Ni Wayan Arini.

Empat pasien selain Ardana diperbolehkan pulang karena tidak mengalami luka serius.

I Gusti Made Adi Arta warga Banjar Biaung Tengah, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan mengalami luka bakar ditangan kanan akibat bermain mercon.

Korban Adi Arta sudah bisa pulang meskipun sempat dirawat beberapa jam di UGD BRSUD Tabanan.

Ni Wayan Arini warga Banjar Dinas Antap, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg menderita luka bakar pada tangan kanan yang tidak serius akibat kena ledakan mercon, dan korban pun dinyatakan sudah bisa pulang. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved