Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Aung San Suu Kyi Ingin Bisa Segera Mengunjungi Indonesia Untuk Berterima Kasih

Suu Kyi sebelumnya berencana mengunjungi Indonesia pada 2 Desember 2016, namun karena krisis Rakhine dan situasi di Jakarta

Editor: Eviera Paramita Sandi
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, bertemu dengan State Counsellor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi, untuk membicarakan situasi di negara bagian Rakhine, di Naypyidaw, ibu kota Myanmar, Selasa (6/12/2016) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berharap dapat segera mengunjungi Indonesia untuk menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah dan rakyat Republik Indonesia serta menjalin kerja sama yang lebih erat.

Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Aung Htoo, mengatakan hal itu di Jakarta, Senin (2/1/2016).

Dikatakan, sejak negaranya memiliki pemerintahan baru pada Maret 2016, Presiden Htin Kyaw dan Konselor Aung San Suu Kyi belum mengunjungi Indonesia sebagai bagian dari tradisi ASEAN.

"Presiden dan konselor kami belum pernah mengunjungi Indonesia. Jadi ini akan menjadi kunjungan pertama, bagian dari tradisi ASEAN, dan pada saat yang sama kami ingin berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan Indonesia," kata dia.

Pada 29 Desember 2016, Presiden Joko Widodo telah melepas 10 kontainer bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk masyarakat Rakhine, Myanmar, yang terdiri atas mi instan, makanan, susu untuk bayi, dan pakaian.

Pemerintah baru Myanmar juga berharap kunjungan Aung San Suu Kyi dapat sekaligus meningkatkan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang ekonomi.

"Kami ingin mengundang perusahaan Indonesia, khususnya BUMN, untuk bekerja sama dengan perusahaan Myanmar," kata dia.

Suu Kyi sebelumnya berencana mengunjungi Indonesia pada 2 Desember 2016, namun karena krisis Rakhine dan situasi di Jakarta yang kurang kondusif,maka kedua belah pihak sepakat untuk menunda kunjungan tersebut.

"Pada dasarnya, kami mengusulkan pada minggu pertama atau kedua Januari, tetapi itu (jadwal kunjungan) tergantung pada Indonesia, jika kalian siap maka kami dapat berkunjung," kata Htoo.

Menurut Dubes Htoo, saat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi Myanmar pada 6 dan 19 Desember 2016,  kedua belah pihak telah membahas perihal jadwal ulang kunjungan Suu Kyi ke Indonesia.

Menlu RI saat itu menyarankan agar kujungan dilakukan setelah 19 Januari 2017.

Alasannya, pada minggu pertama hingga 19 Januari 2017, terdapat pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Rabat, Maroko. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved