Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bloomberg Sebut Jokowi Pemimpin Negara Yang Memiliki Performa Positif, Ini Kata Wapres JK

Penilaian tersebut bersumber pada riset Bloomberg dan Saiful Mujani Research and Consulting dari Juli 2015 sampai Oktober 2016

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Presiden Joko Widodo meninjau Masjid Atta Darut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016). Masjid itu merupakan lokasi kedua yang dikunjungi Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Jokowi bertolak ke posko penampungan pengungsi di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya dan terakhir, Presiden juga akan mengunjungi gedung Pesantren Mudi Mesra, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Menurut Bloomberg, Presiden Jokowi terbukti mampu menguatkan nilai tukar sebesar 2,41 persen, menjaga pertumbuhan ekonomi 5,02 persen (tahun ke tahun), serta memiliki tingkat penerimaan publik cukup tinggi 69 persen.

Berdasarkan data itu, Bloomberg menyebut Jokowi menjadi pemimpin negara yang memiliki performa positif dalam seluruh aspek.

Menurut Bloomberg, Jokowi terbukti mampu menguatkan nilai tukar sebesar 2,41 persen, menjaga pertumbuhan ekonomi 5,02 persen (tahun ke tahun), serta memiliki tingkat penerimaan publik cukup tinggi 69 persen.

Penilaian tersebut bersumber pada riset Bloomberg dan Saiful Mujani Research and Consulting dari Juli 2015 sampai Oktober 2016.

Bloomberg juga menyebutkan bahwa Jokowi cukup piawai dalam berpolitik, terbukti dapat merangkul dua per tiga kursi di parlemen.

Selain itu, program amnesti pajak juga berhasil diloloskan untuk membiayai program pembangunan infrastruktur.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan hal itu juga karena kinerja semua insan perekonomian Indonesia yang menjaga perekonomian Indonesia sepanjang 2016.

"Kita menghargai apa yang disampaikan Bloomberg. Tentu ucapan ini atas nama, tapi kita tentu berikan kepada saudara-saudara semua yang bergerak," ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara pembukaan perdagangan, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Seperti diketahui, Bloomberg menulis judul, "Who's Had the Worst Year? How Asian Leaders Fared in 2016."

Dalam tulisan itu Bloomberg mempertanyakan siapa pemimpin negara yang mendapati mimpi buruk pada 2016, dan bagaimana mereka menjalankannya.

Pada kalimat pertama Bloomberg tak menyinggung soal siapa terbaik atau terburuk. Mereka menuliskan kondisi Asia yang relatif stabil di tengah berita Brexit dan kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS.

Kendati begitu, setiap pemerintah memiliki cobaan masing-masing pada 2016.

Bloomberg menuliskan sejumlah performa pemimpin dunia berdasarkan ukuran ekonomi negara. Tidak disebut terbaik atau terburuk.

Mereka yang masuk dalam daftar Bloomberg yakni Presiden Cina Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, Perdana Menteri Australia Malcilm Turnbull, Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved