Bupati Ditangkap Gara-Gara 'Jual' Jabatan, Ajudan: Ibu yang Tahu Nomimal Sebuah Jabatan!

Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Suramlan menawar jabatan tertentu kepada Bupati Klaten bukan dari dua orang dekatnya

Bupati Ditangkap Gara-Gara 'Jual' Jabatan, Ajudan: Ibu yang Tahu Nomimal Sebuah Jabatan!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bupati Klaten Sri Hartini keluar dari gedung KPK memakai rompi tahanan usai diperiksa, Sabtu (31/12/2016). Sri Hartini ditahan KPK diduga terlibat kasus suap pengaturan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. 

TRIBUN-BALI.COM, KLATEN - Begitu banyak akses untuk langsung menawar harga sebuah jabatan sebuah instansi di Pemeritnah Kabupaten Klaten kepada Sri Hartini.

Asal tahu saja, Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Suramlan menawar jabatan tertentu kepada Bupati Klaten bukan dari dua orang dekatnya.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan Bupati Klaten Sri Hartini dan Suramlan terkait jual beli jabatan di Pemkab Klaten. Baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik KPK masih menelusuri aliran dana suap jabatan yang mengalir ke kantong sang bupati. Daftar sejumlah pejabat yang diduga setor dana ke Sri Hartini sudah dikantongi penyidik KPK.

Di antara daftar tersebut adalah data yang dipegang oleh Nina Puspitarini, ajudan bupati. Sebagai orang dekat tentu Nina orang paling dekat dengan Sri Hartini.

Semua tamu yang akan menemui Sri Hartini harus berurusan dengan Nina, termasuk para pegawai negeri sipil yang bermaksud "membeli" jabatan.

"Kalau ada tamu itu ke saya dulu. Semua tamu kan lewat saya," kata Nina saat ditemui usai diperiksa penyidik KPK di aula Setya Haprabu Polres Klaten, Jawa Tengah, Selasa (3/1/2017) malam.

Setiap kali akan ada tamu yang menghadap bupati, Nina menanyakan asal dan keperluan mereka. Setelah itu keperluan mereka diteruskan kepada Sri Hartini.

Selama 10 jam diperiksa penyidik KPK, Nina mendapatkan banyak pertanyaan seputar tugas pokok fungsi sebagai ajudan orang nomor satu di Klaten.

Ditanya terkait daftar yang disita petugas KPK darinya, Nina mengatakan bukan miliknya melainkan draf milik Bupati Klaten.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved