Kenaikan Tarif Hingga 3 Kali Lipat Dinilai Memberatkan, Jokowi Blunder Lagi?

Pernyataan Jokowi tersebut menjadi bukti adanya miskomunikasi antara Presiden dengan para pembantunya.

Kenaikan Tarif Hingga 3 Kali Lipat Dinilai Memberatkan, Jokowi Blunder Lagi?
Tribun Bali/Prima

TRIBUN-BALI.COM - Presiden Joko Widodo mempertanyakan kenaikkan signifikan pada tarif penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang mulai berlaku 6 Januari hari ini.

Menurut Jokowi kenaikan tarif hingga tiga kali lipat dianggap membebani masyarakat.

Baca: Hari Ini Tarif Baru STNK dan BPKB Mulai Berlaku, Biaya Naik Rata-rata 200 Persen

Baca: Ini Alasan Kenaikan Tarif Pengurusan STNK dan BPKB

Pernyataan Jokowi tersebut menjadi bukti adanya miskomunikasi antara Presiden dengan para pembantunya.

Jokowi pun bisa membuat blunder lagi, bila harus mencabut PP yang telah ditandatangani tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik Yayat Supriyatna menilai, setiap kebijakan pemerintah yang diteken oleh seorang presiden seharusnya merupakan produk hukum yang telah terkoordinasi lintas kementerian dan instansi.

Sama halnya dengan lonjakan tarif penerbitan STNK dan BPKB yang tertuang dalam payung hukum Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kepolisian Republik Indonesia.

Aturan yang diteken Jokowi pada 2 Desember 2016, kemudian terbit 6 Desember 2016 dan berlaku 30 hari setelah diterbitkan tersebut sudah secara sah dibubuhi tandatangan RI 1.

Beleid tersebut menggantikan peraturan lama PP Nomor 50 Tahun 2010.

"Ini soal miskomunikasi di antara pengambil keputusuan. Di mana ada satu kepentingan maka dikeluarkan dengan Peraturan Pemerintah (PP), dan itu merupakan perubahan PP. Kalau presiden sampai mempertanyakan itu artinya ada miskomunikasi informasi kenaikan tarif yang tidak lengkap," ujar Yayat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/1/2017).

Yayat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved