Sebab Pemukulan Bule Rusia di La Favela Diduga Karena Dua Kaleng Minuman Soda Yang Mahal

Kini Polresta Denpasar tengah memburu seorang pelaku lainnya yang melarikan diri saat diamankan.

Sebab Pemukulan Bule Rusia di La Favela Diduga Karena Dua Kaleng Minuman Soda Yang Mahal
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus pemukulan seorang Warga Negara Asing (WNA) oleh security La Favela, Seminyak, Bali yang tersebar luas dan sempat viral di Medsos membuat Polresta Denpasar melakukan penyelidikan meskipun korban belum melaporkan kasus tersebut ke penegak hukum.

Dalam waktu singkat kasus pemukulan ini sudah terungkap.

Kapolresta Denpasar juga menceritakan kronologis kejadian yang sebenarnya terjadi.

Pemukulan ini bermula saat korban masuk ke dalam La Favela untuk mencari hiburan dan membeli minuman.

Korban memesan 4 shot Jameson dan dua kaleng minuman soda dengan harga seluruhnya yang harus dibayar berjumlah Rp 680 ribu

Baca: Bule Rusia Jadi Korban Pemukulan di Seminyak, Ternyata Gambaran Karakternya Seperti Ini

"Namun karena korban merasa kemahalan dengan minuman tersebut, dia komplain dengan kasir. Kemudian dia dipisah agar tidak terjadi keributan, namun dia tidak mau dan terjadilah kasus penganiayaan," jelasnya.

Hasilnya 3 tersangka sudah diamankan Polresta Denpasar.

Baca: BREAKING NEWS Polisi Tangkap 3 Orang Yang Diduga Lakukan Pemukulan Bule Rusia di La Favela

la Favela
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo saat menunjukkan pelaku pemukulan yang masih buron didampingi Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Nainggolan di Mapolresta Denpasar, Kamis (12/1/2016).

Mereka adalah Putu Gede, AA Artawan dan Putu Eka Nur Ardiawan.

"Tadi malam kita sudah melakukan penyelidikan sesuai perintah dari bapak Kapolda untuk melakukan penangkapan," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo di Mapolresta Denpasar, Kamis (12/1/2016).

Kini Polresta Denpasar tengah memburu seorang pelaku lainnya yang melarikan diri saat diamankan.

Pria berinisial S juga disebut ikut terlibat dengan penganiayaan itu. (*)

Penulis: I Dewa Made Satya Parama
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved