Inspirasi
Berkat Pacar dan Instagram, Ni Wayan Manik Raup Puluhan Juta Dari Usaha Make-up
Upacara mepeed boleh dikata merupakan ritual penting bagi umat Hindu. Karenanya, segala hal dipersiapkan sebaik mungkin.......
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu Astri Desiani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upacara mepeed boleh dikata merupakan ritual penting bagi umat Hindu.
Karenanya, segala hal dipersiapkan sebaik mungkin, termasuk tata busana dan riasan wajah.
Bermula dari kejelian membaca peluang itulah, Ni Wayan Manik Prayustini berhasil membuka usaha, bahkan kini makin melejit pesat.
Kemahirannya di bidang seni tata rias wajah membuat wanita kelahiran bulan April 1992 ini berhasil meraup belasan hingga puluhan juta per bulan.
Sentuhan profesional Manik sesungguhnya juga atas dorongan sang pacar yang ingin agar dirinya bisa tampil lebih anggun dan menawan.
Merasa tertantang, mantan mahasiswi pecinta alam yang dikenal tomboi ini pun akhirnya memutuskan untuk belajar berdandan melalui video yang ada di Youtube.
"Saya sebenarnya cewek tomboi. Suka traveling, dan tidak suka dandan. Tapi karena pacar ingin melihat saya berdandan, ya sudah saya turuti saja. Saya tidak pernah belajar kursus. Belajarnya dari youtube. Sampai sekarang pun make-up bukan bagian dari hobi. Tapi kalau make-up orang saya senang. Ada kepuasan tersendirilah bisa membuat klien terlihat cantik," ujar Manik saat ditemui Tribun Bali di kediamannya, Jumat (13/1/2017).
Kemahiran Manik di bidang seni tata rias wajah semakin dilirik banyak orang.
Pada 2013, Manik memberanikan diri untuk membuka jasa make-up artist khusus untuk acara pernikahan, prewedding, wisuda, photoshoot, dan halloween.
Sebagai bagian dari generasi milenial, Manik sangat akrab dengan media sosial, khususnya instagram.
Terlihat ada lebih dari 5 ribu orang yang menjadi pengikutnya di instagram.
Ulasan tangannya sering ia publikasikan di sana.
Tanggapan positif pun terus bermunculan.
Sesungguhnya Manik bisa saja mewarisi usaha orangtuanya tanpa harus bersusah payah memulai dari nol.
Namun ia memilih jalan sendiri, tanpa menggantungkan diri pada apa yang diwariskan oleh ayah dan ibunya.
Walau tumbuh dan lahir dari keluarga sukses, Manik tidak ingin hanya berdiam diri.
Putri pertama pasangan I Made Sudarsana dan Ni Made Tantrini ini ingin berjuang merintis usaha sendiri.
Ketatnya persaingan di dunia tata rias membuat Manik lebih mengedepankan kualitas hasil dan produk.
Bermodal alat rias kualitas premium, Manik mematok jasanya mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Pada awalnya, Manik sempat melakukan pekerjaannya seorang diri.
Sejak membludaknya permintaan, kini ia mempekerjakan beberapa orang sebagai asistennya.
"Kalau untuk paketan, dari prewedding, ngidih, wedding, sampai resepsi itu bisa sampai puluhan juta. Tergantung dari produk make-up dan pakaian yang diminta," jelasnya.
Untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan, Manik selalu memberikan hasil yang maksimal.
Bagi Manik, kepuasan pelanggan merupakan tujuan utamanya.
"Saya selalu berusaha membuat klien itu puas. Tarif yang saya berikan harus sesuai dengan kualitas hasilnya," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ni-wayan-manik-prayustini_20170115_143535.jpg)