Rawan, Pemburu Nakal di TNBB Lewati Jalur Tikus di Belakang Pura Segara Rupek

Para nelayan lokal ini menuturkan, oknum-oknum pemburu nakal ini kerap melewati jalur di belakang Pura Segara Rupek yang diduga menjadi jalur "tikus"

Rawan, Pemburu Nakal di TNBB Lewati Jalur Tikus di Belakang Pura Segara Rupek
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Jalur di belakang Pura Segara Rupek, Desa Sumber Klampok, Gerokgak, Buleleng, diduga menjadi jalur "tikus" bagi perburuan satwa dilindungi di TNBB. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Perburuan satwa yang dilindungi di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) ternyata sudah menjadi pemandangan biasa bagi nelayan setempat.

Para nelayan lokal ini menuturkan, oknum-oknum pemburu nakal ini kerap melewati jalur di belakang Pura Segara Rupek yang diduga menjadi jalur "tikus" saat berburu satwa dilindungi di TNBB.

Hal ini terkuak pasca terbongkarnya upaya pencurian empat ekor kijang di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dengan lima orang pelaku yang berhasil kabur, Sabtu (14/1/2017) dini hari.

Kasus pencurian membuat pengawasan di kawasan konservasi ini kini menjadi sorotan.

Penulusuran Tribun Bali, Minggu (15/1/2017) siang, mendapati banyak sekali aktivitas nelayan diduga asal luar Bali yang menepi di pinggiran TNBB tepatnya di sebelah timur Teluk Gilimanuk.

Belasan nelayan tampak bebas mendarat di pantai TNBB sembari mancing maupun menebar jaring.

Tak sedikit pula dari mereka yang tampak masuk ke dalam hutan di belakang Pura Segara Rupek sembari memungut rongsokan.

"Di areal sini memang banyak nelayan Jawa yang menepi, terutama sore hingga malam harinya. Jarak dari Jawa sampai di sini cuma sekitar 10 menit, jadi mereka gampang keluar masuk areal TNBB dan ini jadi seperti jalur tikus di TNBB," ungkap NS (48), seorang nelayan Gilimanuk ketika ditemui Tribun Bali, kemarin.

PY (50), nelayan lokal Gilimanuk lainnya, menuturkan jika kawasan TNBB, terutama di bagian belakang Pura Segara Rupek hingga di Teluk Berumbun (seberang Pulau Menjangan) memang kerap disinggahi oleh satwa dilindungi semisal menjangan (cervus timorensis) maupun kijang (muntiacus muntjak).   

Bahkan, kawanan menjangan kerap menyeberang dari Teluk Berumbun hingga ke Pulau Menjangan pada petang hari sekitar pukul 19.00 Wita.

Halaman
123
Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved