Rawan, Pemburu Nakal di TNBB Lewati Jalur Tikus di Belakang Pura Segara Rupek

Para nelayan lokal ini menuturkan, oknum-oknum pemburu nakal ini kerap melewati jalur di belakang Pura Segara Rupek yang diduga menjadi jalur "tikus"

Rawan, Pemburu Nakal di TNBB Lewati Jalur Tikus di Belakang Pura Segara Rupek
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Jalur di belakang Pura Segara Rupek, Desa Sumber Klampok, Gerokgak, Buleleng, diduga menjadi jalur "tikus" bagi perburuan satwa dilindungi di TNBB. 

Lantaran mengaku hendak sembahyang ke Pura Prapat Agung yang berada di kawasan TNBB, para pelaku yang mengenakan pakaian adat Bali ini kemudian dipersilakan masuk oleh petugas yang berjaga di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah 2 Buleleng.

Kecurigaan petugas muncul ketika para pelaku itu terpantau tidak memasuki areal Pura Prapat Agung, melainkan mondar-mandir di sekitar hutan.

Merasa ada yang janggal, petugas SPTN ini kemudian berkoordinasi dengan empat petugas Polhut yang berjaga di portal pintu keluar daerah Tegal Bunder.

Benar saja, mobil APV para pelaku ini akhirnya keluar kawasan Tegal Bunder.

Pada pukul 03.00 Wita, mobil APV yang dimaksud muncul mendekati pintu keluar TNBB, dan kemudian dihentikan dan dilakukan interogasi.

Mereka diminta turun dari mobil, dan duduk di pos pintu keluar.

Petugas yang melangsungkan pemeriksaan ternyata menemukan dua buah senjata api (senpi) rakitan dengan kaliber 5, 5 milimeter (mm) dan diberi peredam suara, sebuah senter, serta sebuah pisau bayonet di bagian jok depan dan tengah mobil.     

Kecurigaan petugas pun makin kuat bahwa telah terjadi perburuan satwa TNBB. Petugas lantas membuka bagasi belakang mobil tersebut.

Namun, ketika petugas menyuruh satu dari lima pelaku untuk membuka bagasi belakang mobil tersebut, mereka malah kabur ke dalam hutan.

Petugas Polhut sempat sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun gagal menangkap mereka saat dikejar. Kelima pelaku menghilang ditelan kegelapan malam hutan TNBB.

Merasa kehilangan jejak pelaku, petugas kemudian membuka sendiri bagasi belakang mobil APV, dan mendapati empat ekor induk kijang yang sudah dalam keadaan mati.

Empat ekor induk kijang yang mati itu diduga kuat ditembak dengan senapan rakitan kaliber 5,5 milimeter. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved