Melarat di Pulau Surga

Kasihan, Nasib Kakak Beradik Tua Renta Ini Menunggu Belas Kasihan Tetangga untuk Makanan

Tidur di bangunan berdinding bedeg bambu dengan luas sekitar 4X3 meter, sangat memprihatinkan.

Kasihan, Nasib Kakak Beradik Tua Renta Ini Menunggu Belas Kasihan Tetangga untuk Makanan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ni Wayan Darti ketika seorang diri mejejaitan di rumahnya yang sudah tampak rusak parah. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Wayan Darti (85), nenek renta asal Banjar Bale Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali perlahan melangkahkan kakinya menuju dapurnya, Kamis (19/1/2017).

Ia hanya memastikan air yang dimasak sudah hangat, agar dapat diminum untuk menahan dahaga dan lapar sembari menunggu sang adik datang dari pasar untuk membawakannya makanan.

Darti memilih hidup tak berkeluarga.

Selama ini, ia tinggal bersama dengan adiknya, Sukarti (70) yang juga tidak berkeluarga.

Mereka tinggal di rumah yang jauh dari sederhana.

Tidur di bangunan berdinding bedeg bambu dengan luas sekitar 4X3 meter, sangat memprihatinkan.

"Seperti ini keadaan saya. Saya sudah tidak bisa bekerja lagi,” ujar Darti.

Usia senja membuat Darti tidak lagi mampu beraktifitas jauh dari rumah.

Terlebih, saat ini mata kanannya sudah tidak bisa melihat karena mengalami kebutaan.

Wanita renta itupun sepanjang hari hanya bisa berdiam diri di rumah, sembari mejejaitan.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved