Music Zone

Relung Kaca Band Rilis Mini Album ‘Pang Ping Pung’ di Singaraja dan Sanur

Demikian reffrain dari single yang berjudul Proses Bijak dalam Pang Ping Pung, mini album perdana karya unit folk asal Singaraja, Relung Kaca.

Relung Kaca Band Rilis Mini Album ‘Pang Ping Pung’ di Singaraja dan Sanur
Istimewa
Personel Relung Kaca: Komang Aristiana Gunawan/ Aris Jack (vocal, guitar), Komang Agus Herman Swihartana Giri/ Konot (guitar), Pande Komang Heri/ Pande (cajon). 

"Pang ping pung, jaje gipang plaibang bikul, mita-mita gigi ponggang, layah lumbang jit megook" (Pang ping pung, jajan gipang dilarikan tikus, gigi ompong, lidah lebar, pantatnya dalam)

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Demikian reffrain dari single yang berjudul Proses Bijak dalam Pang Ping Pung, mini album perdana karya unit folk asal Singaraja, Relung Kaca.

Lirik itu terinspirasi saat Aristiana Jack (vokalis, gitar) aktif pada tahun 2013 di sebuah sanggar seni di Buleleng.

Lantunan yang dinyanyikan ala kadarnya sebagai lagu dolanan, dikembangkan oleh Jack menjadi lagu yang cukup rancak.

"Lagu ini menyiratkan pesan, bahwa alam punya mekanisme dan prosesnya sendiri. Peradaban bumi berputar pada poros yang saling melengkapi. Jika proses alam tersebut diintervensi manusia secara berlebihan, tentu saja akan mengganggu kehidupan," tutur Jack.

Baca: Peluncuran Mini Album Relung Kaca di Singaraja Dibuka oleh Baleganjur

Jika diperhatikan secara seksama, pang ping pung tersebut menggambarkan karakter rakus.

Digambarkan dengan tikus yang tidak pernah kenyang makan, yang diartikan sebagai bentuk kerakusan dari manusia korup yang eksploitatif terhadap alam.

Pande Narwastu (cajon, vokal) menjelaskan yang menghancurkan bumi ini adalah manusia yang rakus, yang tidak pernah kenyang mengeksploitasi alam dan sumber daya.

"Seperti kata Mahatma Gandi bahwa bumi cukup untuk semua manusia, tapi tidak cukup untuk satu manusia rakus," paparnya.

Refleksi terbesar lagu ini tentu saja ditujukan kepada penguasa yang membiarkan polah tingkah kerakusan ini sehingga pengelolaan lingkungan hidup menjadi timpang dan tidak berkeadilan.

Halaman
12
Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved