Agus Harimurti Bilang Gerilya Ala Perang Vietnam Lebih Penting dari Debat, Begini Hasil Surveinya

Eksekutif Indikator Politik Indonesia membantah pernyataan Agus lewat survei

Agus Harimurti Bilang Gerilya Ala Perang Vietnam Lebih Penting dari Debat, Begini Hasil Surveinya
Tribunnews/ Jeprima
Calon gubernur, Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan pidato politiknya seusai pendaftaran di DPP Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2016). Sambil menahan isak tangis, Agus Harimurti pun mengucapkan terima kasih kepada atasan serta rekannya yang telah bersama selama aktif di TNI AD. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Survei Indikator Politik Indonesia pada 12 Januari - 20 Januari 2017 menunjukkan acara debat kandidat Pilkada DKI Jakarta dinilai penting bagi masyarakat Jakarta.

Survei ini memakai 697 responden untuk dianalisis.

Adapun hasil survei memperlihatkan 45 persen responden menganggap debat sangat penting, 41 persen responden menganggap cukup penting, enam persen menilai kurang penting, dua persen menilai tidak penting sama sekali dan enam persen tidak menjawab.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparan soal debat menyinggung pernyataan calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono yang menilai "gerilya" lebih penting dari debat.

Menurut Burhanuddin, pernyataan itu terbantahkan bila melihat hasil survei lembaga dia.

"Saya ingin beri masukan kepada kubu Agus yang sebelumnya mengatakan debat tidak terlalu penting, yang penting adalah gerilya, ketemu masyarakat. Data faktualnya tidak seperti itu," kata Burhanuddin di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).

Merujuk data empiris sebanyak 90 persen responden menganggap debat penting, maka tiga pasangan calon harus menyiapkan secara matang debat lusa.

"Karena debat ini akan tentukan siapa pemenang 15 Februari. Jadi tak bisa sebut debat tidak penting," kata Burhanuddin.

Agus sebelumnya tak menampik anggapan mengenai debat calon gubernur dan wakil gubernur bisa menaikkan elektabilitas pasangan calon.

Namun, menurut dia, debat bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan elektabilitas.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved