Dikabarkan Hakim Patrialis Ditangkap Bersama Cewek di Hotel Esek-esek, Ini Modus PSK Taman Sari!

Kawasan Tamansari bak surga bagi laki-laki hidung belang, PSK dipilih dalam mobil lalu dibawa ke hotel

Dikabarkan Hakim Patrialis Ditangkap Bersama Cewek di Hotel Esek-esek, Ini Modus PSK Taman Sari!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI: Sejumlah perempuan Warga Negara Asing (WNA) yang diamakankan saat Operasi Pengawasan Orang Asing diperlihatkan kepada awak media di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2016). Operasi Pengawasan Orang Asing mengamankan 20 perempuan berkewarganegaraan Tiongkok, Vietnam dan Thailand berusia antara 19-40 yang berkegiatan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian. 

Menurut tetangga, Patrialis selama ini dikenal sebagai sosok yang relijius.

"Pak Patrialis sering mengadakan pengajian rutin tiap pekan," ujar warga tersebut.

Sejak pagi tadi, Kamis (26/1/2016) dikabarkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada seorang hakim di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut kabar yang beredar, hakim MK yang ditangkap yakni Patrialis Akbar yang di OTT di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat.

Selain menangkap hakim MK itu, Tim Satgas KPK juga langsung melakukan penggeledahan di rumah Patrialis di Jalan Cakra Wijaya V Blok P Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur.

Hakim MK Ditangkap, Ketua MK Minta Maaf

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat meminta maaf atas perilaku hakim MK yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Seperti diberitakan sejumlah media, salah satu hakim MK berinisial PA, terkena OTT penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi.

OTT dilakukan di sebuah hotel 'esek-esek' di kawasan pusat hiburan malam di Jakarta Barat.

"Saya minta maaf karena ada hakim MK lakukan kesalahan lagi, meskipun itu personal. Saya kira lembaga ini tercoreng lagi," ujar Arief Hidayat kepada sejumlah wartawan seperti dilaporkan Kompas Tv.

Arief Hidayat telah mengumpulkan para hakim MK untuk melakukan rapat mendadak.

Informasi dari Gedung MK menyebutkan, empat hakim dari sembilan hakim MK telah berada di kantor MK.

Keempat hakim itu adalah  Gede Palguna, Manahan Sitompul, Anwar Usman, dan Arief Hidayat.

Beberapa hakim lain belum datang karena sedang melakukan rapat kerja di Gedung Pusdiklat MK di Cisarua, Bogor.(*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved