Wulan Guritno : Ada Sosialita Jadi-jadian, Bawa Tas Hermes Padahal Masih Utang, Sindir Siapa?

Ia menceritakan sosialita yang bener itu terkadang tidak seperti apa yang dipikirkan.

Wulan Guritno : Ada Sosialita Jadi-jadian, Bawa Tas Hermes Padahal Masih Utang, Sindir Siapa?
Tribunnews/JEPRIMA
Pemain film Wulan Guritno saat ditemui pada acara launching trailer dan poster resmi film Perfect Dream di Applebees, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017). Wulan Guritno berperan sebagai Lisa pada film Perfect Dream yang terinspirasi dari peristiwa yang pernah terjadi dan tokoh-tokoh yang pernah ada dalam kehidupan nyata. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Wulan Guritno mempunyai pandangannya sendiri akan sosialita.

Menurutnya, tidak semua sosialita seperti yang dibayangkan banyak orang bahwa mereka memiliki harta berlimpah lengkap dengan kehidupan mewah.

Wulan Guritno mengungkap ada sosialita jadi-jadian.

Artinya, demi masuk lingkungan sosialita, tak jarang ada yang bergaya bawa tas mahal, padahal ia belum memilikinya alias utang.

"Sekarang, ada loh sosialita yang berpura-pura yang sebenarnya nggak sekaya itu. Bawa tas Hermes padahal belum bayar demi masuk lingkungan itu," ujarnya saat ditemui di acara launching trailer film 'Perfect Dream' di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).

Ia menceritakan sosialita yang bener itu terkadang tidak seperti apa yang dipikirkan.

Sambil memeragakan cara berjalan, menurut Wulan para sosialita tersebut tidak berjalan sambil berlenggak-lenggok sambil menenteng tas dengan harga mahal.

"Sosialita yang mungkin bener, dia nggak harus main dengan sesama sosialita yang kita definisikan. Mereka main sama siapa aja, sama lawyer, pemain film kayak saya," sambungnya.

Menurut ibu tiga orang anak itu, para sosialita tersebut karena mungkin punya harta berlebih akhirnya dia bersosial.

Dia punya uang berlebih karena memang sudah turun temurun, atau suaminya yang sukses, sehingga nggak mau kerja, akhirnya bikin kegiatan ini itu.

Wulan pun melihat kegiatan tersebut tidak semata-mata sebagai sebuah hal yang negatif.

Apa yang mereka lakukan semata-mata karena memang memiliki kemampuan untuk itu.

"Itu bukan sesuatu yang negatif. Mungkin karena dia nggak tahu merek yang lain. Kalau kita nggak bisa beli ya karena kita nggak mampu. Semua udah punya area masing-masing, nggak bisa kita ngejudge," katanya. (Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved