Bupati Suwirta Ajak Perajin Gerabah di Klungkung Lebih Inovatif

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tampak sangat antusias melihat hasil karya gerabah dari warga sekitar.

Bupati Suwirta Ajak Perajin Gerabah di Klungkung Lebih Inovatif
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mencoba membikin gerabah di Desa Kasongan, RT 04 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (29/1/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Mendung dan hujan tidak menyurutkan niat rombongan Pemkab Klungkung, Bali, untuk mengunjungi sentra kerajinan gerabah di Desa Kasongan, RT 4 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (29/1/2017).

Saat kunjungan tersebut, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tampak sangat antusias melihat hasil karya gerabah dari warga sekitar yang mampu menyulap tanah liat menjadi kerajinan gerabah beraneka bentuk.

Ketua Kelompok Perajin Gerabah Desa Kasongan, Bambang Utoyo menjelaskan, berkembangnya kerajinan gerabah di Desa Kasongan berawal sejak 1945.

Saat itu, awalnya hanya membuat alat-alat rumah tangga, seperti tembikar dan tempayan.

Agar memiliki nilai ekonomis lebih tinggi, seorang warga lokal bernama Ibu Suliantoro memberikan motivasi ke perajin lainnya untuk berinovasi dan menghasilkan berbagai produk baru, seperti guci, vas bunga, celengan dan sebagainya.

"Kerajinan gerabah di Kasongan semakin berkembang hingga dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini di Kasongan terdapat sekitar 800 perajin yang tersebar di 4 dusun," kata Bambang Utoyo

Bupati Suwirta pun terinspirasi dengan hal tersebut.

Pemkab Klungkung berencana mengembangkan lagi kerajinan gerabah di Desa Tojan Klungkung yang saat ini sudah di ambang kepunahan.

Terlebih, sentra kerajinan gerabah di Desa Tojan dapat menjadi bagian Desa Wisata Kamasan, termasuk city tour Semarapura.

"Sebenarnya kita sudah memiliki Desa Tojan yang juga punya sentra kerajinan gerabah. Namun, selama ini mereka hanya memproduksi alat rumah tangga yang sangat sederhana, seperti coblong. Ini harus bisa kita kembangkan," kata Nyoman Suwirta.

Pihaknya terlebih dahulu akan memberikan pemahaman gerabah bisa dikembangkan ke bentuk yang lain dan lebih inovatif.

Selanjutnya, Pemkab akan mendatangkan pelatih untuk membina para perajin gerabah di Desa Tojan dan menjadikan hasil kerajinan tersebut sabagai salah satu souvenir di Desa Wisata Kamasan atau City Tour Semarapura.

"Yakinkan kalau kerajinan gerabah di Desa Tojan bisa dikembangkan, cara pertama berikan motivasi, pemahaman dan ajak masyarakat optimistis jika gerabah yang terbuat dari tanah liat ini bisa dikembangkan agar memiliki nilai ekonomis lebih. Perajin gerabah tersebut bisa membentuk suatu wadah berupa koperasi, dan kita siapkan fasilitasnya. Inilah yang namanya inovasi, sesuai dengan yang saya sering ucapkan, Gema Santi, masyarakat santun dan inovatif," tegas Bupati Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved